Showing posts with label PENDIDIKAN DAN KEGURUAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN DAN KEGURUAN. Show all posts

Monday, August 12, 2019

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan baik yah, tetap semangat dalam belajar. Kali ini mimin akan memposting faktor apa saja yang mempengaruhi motorik halus pada anak usia dini. Sedikit artikel ini semoga bermanfaat... aamiin ^_^ 


1. Faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus pada AUD
Motorik anak dapat berkembang dengan baik dan sempurna perlu dilakukan stimulasi yang terarah dan terpadu. Adanya dorongan atau rangsangan untuk menggerakan semua kegiatan tubuhnya akan mempercepat perkembangan motorik anak. Menurut Hurlock (dalam Isrofah 2014:6) faktor faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan motorik halus adalah sebagai berikut.

1.  Perkembangan saraf. Sistem saraf sangat berpengaruh dalam perkembangan motorik karena sistem saraf merupakan sistem pengontrol gerak motorik pada tubuh manusia.
2. Kemampuan fisik yang memungkinkan untuk bergerak. Perkembangan motorik sangat erat kaitannya dengan fisik. Oleh karena itu, kemampuan fisik seseorang akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik seseorang. Anak yang normal, perkembangan motoriknya akan lebih baik jika dibandingkan dengan anak yang memiliki kekurangan fisik.
3.  Keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak. Jika anak mampu melakukan suatu gerakan motorik, maka anak akan termotivasi untuk melakukan gerak motorik yang lebih luas lagi. Hal tersebut dikarenakan semakin dilatih, semakin meningkat juga kemampuan motoriknya.
4. Lingkungan yang mendukung. Perkembangan motorik anak akan lebih optimal jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otak.
5. Aspek psikologis anak. Untuk menghasilkan kemampuan motorik yang baik diperlukan kondisi psikologis yang baik pula agar mereka dapat mengembangkan gerak motoriknya.
6. Umur Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun kehidupan, dan pada masa remaja.
7. Jenis kelamin. Setelah melewati pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat dibandingkan anak perempuan.
8. Genetik. Genetik adalah bawaan anak, yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya, antara lain bentuk tubuh dan kecerdasan. Kelainan genetik akan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak.
9. Kelainan kromosom. Pada umumnya kelainan kromosom akan disertai dengan kegagalan pertumbuhan.












Share:

Monday, March 11, 2019

PEMBINAAN AKHLAK YANG BAIK KEPADA PESERTA DIDIK


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana hari senin kali ini??? Bagi yang sedang belajar selamat belajar saja yah... oya kali ini mimin mau memposting tentang bagaimana pembinaan akhlak yang baik kepada peserta didik.



    1.      Kejujuran
Poin yang pertama adalah kejujuran karena kejujuran merupakan kunci utama sebuah pendidikan, bagaimana tidak begitu? Karena dari kejujuran itulah awal mula kebiasaan. Jika sejak dini kejujuran diterapkan maka akan diperoleh akhlak yang baik saat dewasa nanti.

    2.      Sopan santun
Bertutur kata yang lembut kepada siapa saja merupakan poin no 2, sangat erat kaitannya dengan kejujuran. Bersikap ramah dan tidak menyombongkan diri. Bagaimana jadinya Negara tercinta ini jika kelak generasi penerusnya tidak ada yang jujur dan berakhlak baik, maka dari itu sopan santun harus diterapkan dan selalu diawasi dalam lingkungan sekolah maupun keluarga.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa jika kita harus menanamkan nilai-nilai yang kejujuran dan sopan santun kepada peserta didik sejak dini, karena anak itu ibarat kertas kosong. Jika kita sebagai pengajar memberikan contoh yang tak baik maka kelak peserta didik menjadi tidak baik juga, jadi bijaklah dalam mengajar baik peserta didik maupun anak sendiri.




Share:

Wednesday, February 13, 2019

PTK (penelitian tindakan kelas)


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya? Kali ini mimin mau memposting format apa saja yang harus ada dalam laporan PTK (penelitian tindakan kelas), semoga bermanfaat ^_^




Kelengkapan Laporan dan Sistematika PTK 

( Sampul, Halaman pengesahan, Abstrak, Kata pengantar, Daftar isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran )

Lalu susun Bab per Bab seperti ini :

BAB I PENGETAHUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Hipotesis Tindakan (bila diperlukan)

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kjian Teori
B. Temuan Hasil penelitian yang relevan
C. Kerangka pikir

BAB III PROSEDUR/METODE PENELITIAN
A. Lokasi Dan Waktu
B. Subyek
C. Prosedur

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B. Pembahasan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
B. Saran

Daftar Pustaka
Lampiran
1. Contoh perangkat Pembelajaran
2. Instrumen 
3. Personalia
4. Data
5 Bukti Lain Pelaksanaan ( Foto,CD, Hasil pekerjaan siswa, berita acara seminar hasil penelitian)



Share:

Monday, January 28, 2019

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES BELAJAR

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana hari ini menyenangkan bukan? awali segala aktivitas dengan membaca basmalah dan inshaallah menjadi barokah. Kali ini mimin mau memposting tentang faktor yang mempengaruhi proses belajar. Semoga bermanfaat 



A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar
Secara umum faktor-faktor yang memengaruhi hasil Wajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal  Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.


a. Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi   

1) Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam. Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terha­dap kegiatan belajar individu. Sebalikrtya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Cara untuk menjaga kesehatan Jasmani antara lain adalah: 1) menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, karena kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah, lesu, dan mengantuk, sehingga tidak ada gairah untuk belajar; 2) rajin berolahraga agar tubuh selalu bugat dan sehat; 3) istirahat yang cukup dan sehat.

2) Faktor psikologis
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Bebera­pa faktor psikologis yang utama memengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, dan bakat.


b. Faktor faktor eksogen/eksternal
Selain karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. Dalam hal ini,  ) menjelaskan bahwa faktor faktor eksternal yang memengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial.
1) Lingkungan sosial
  • Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masya­rakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengang­guran dan anak telantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memer­lukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.
  • Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masya­rakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengang­guran dan anak telantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa, paling tidak siswa kesulitan ketika memer­lukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.
  • Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. maka para pendidik, orangtua, dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimili­ki oleh anaknya atau peserta didiknya, antara lain dengan mendukung, ikut mengembangkan, dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakat­nya.

2) Lingkungan nonsosial.
 Faktor faktor yang termasuk lingkung­an nonsosial adalah:
  • Lingkungan alamiah, seperti kondisi udara yang segar, tidak panas dan tidak dingin, sinar yang tidak terlalu silau/kuat, atau tidak terlalu lemah/gelap, suasana yang sejuk dan tenang. Lingkungan alamiah tersebut merupa­kan faktor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Sebaliknya, bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung, proses belajar siswa akan terhambat.
  • Faktor instrumental, yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware, seperti gedung sekolah, alat-alat belajar, fasilitas belajar, lapang­an olahragd dan lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan sekolah, buku panduan, silabi, dan lain sebagainya.

Share:

Wednesday, January 23, 2019

INSTRUMENT WAJIB YANG ADA DI RPP

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya hari ini ? semoga selalu dalam lindungan-Nya yaa aamiin....... kali ini mimin mau memposting tentang intrument apa saja yang wajib dalm pembuatan RPP yang baik dan benar. semoga bermanfaat yaa khusunya bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan guru 

A.    PENGERTIAN RPP
Rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang akan direalisasikan didalam kelas dan merupakan penjabaran lebih rinci dari silabus.

B.     PRINSIP PENYUSUNAN RPP
   1.      Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan kegunaan budaya.
   2.      Menerapkan teknologi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintregasi, sistematis, dan efektif sesuai situasi dan kondisi.
   3.      Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
   4.      Memberikan umpan balik
RPP membuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi.

C.    KOMPONEN RPP
   1.      Identitas meliputi :
Satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas/semester, jumlah pertemuan.
   2.      Standar kompetensi,
Merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang mengambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan atau semester pada suatu mata pelajaran.
   3.      Kompetensi dasar,
Adalah sejumlah kemampuan yang baru dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentusebagai rujukan penyusunan indikator dalam suatu pelajaran.
   4.      Indikator,
Adalah perilaku yang dapat diukur dan/diobservasikan untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan dasar penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetesi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
   5.      Materi pokok,
Memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
   6.      Langkah-langkah pembelajaran meliputi,
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Kegiatan inti, merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivikasi, peserta didik untuk berpartisipasi  aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis.
Penutup, merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik dan tindak lanjut.
1.      Media/sumber/bahan.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian materi.
2.      Penilaian,

 prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajardisesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian.


Share:

Friday, January 11, 2019

PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja ya... kali ini mimin akan Pandanga Ki Hajar Dewantara Tentan Pendidikan Anak Usia Dini, semoga bermanfaat :


Banyak pakar di  Indonesia yang mempunyai filosofi tentang pendidikan anak usia dini,  diantaranya Ki Hajar Dewantara, KH. Hasyim Asy'arie, KH. Ahmad Dahlan, HOS Cokroaminoto. Namun dari sekian banyak pakar tersebut, pemikiran Ki Hajar Dewantara dipandang lebih representatif, oleh karena itupembahasan di sini hanya mengemukakan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan anak usia dini.
Tentang pendidikan anak usia dini Ki Hajar Dewantara, memandang bahwa bermain bagi anak merupakan kodrat alam yang memiliki pembawaan masing-masing serta kemerdekaan untuk berbuat serta mengatur dirinya sendiri. Kekuatan kodrati yang ada pada anak ini tiada lain adalah segala kekuatan dalam kehidupan lahirdan batin anak yang ada karena kekuasaaan kodrat (karena faktor pembawaan atau keturunan yang ditakdirkan secara ajali). Kodrat anak bisa baik dan bisa juga sebaliknya.
Kodrat itulah yang akan memberikan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, kebebasan dalam bermain itu juga sangat relatif karena dibatasi oleh hak-hak yang patut dimiliki oleh orang lain. Anak memiliki hak untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya sehingga anak patut di beri kesempatan untuk berjalan sendiri dan tidak terus menerus dicampuri atau dipaksa. Guru TK hanya boleh memberi bantuan jika anak menghadapi hambatan yang cukup berat dan tidak dapat diselesaikan.
Search from ngelmu id

Hal tersebut merupakan cerminan dari semboyan "Tut Wuri Handayani". Atas dasar itulah Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang sehingga pemberian kesempatan yang luas bagi anak untuk mencari dan menemukan pengetahuan karena yang demikian itu secara tidak langsung akan memberikan peluang bagi potensi anak untuk dapat berkembang secara optimal. Dengan demikian, Ki Hajar Dewantara memandang bahwa pendidikan anak itu sifatnya hanya sebatas menuntun pertumbuhan dan perkembangan kekuatan-kekuatan kodrati yang dimiliki anak, hal ini berlangsung melalui kegiatan bermain. Pendidikan sama sekali tidak mengubah dasar pembaaan anak, kecuali memberikan tuntunan agar kodrat-kodrat bawaan anak itu tumbuh dan berkembang kearah yang lebih baik.
Tiga sikap perilaku dalam teori pendidika Ki Hajar Dewantara adalah kontinyu, konsentris, konvergensi yang dariselanjutnya disingkat trikon. Berorientasipada tempat terlaksannya pendidikan anak usia dini khususnya dan pendidikan paa umumnya, Ki Hajar Dewantara  membagi tiga komponen lingkungan yang berperan dalam pendidikan anak, yaitu:
a. Lingkungan keluarga, yaitu pendidikan yang pertama dan utama yang dilaksanakan oleh anggota keluarga terutama ayah dan ibu.
b. Lingkungan sekolah,  pendidikan yang dilaksanakan setelah keluargayaitu yang dilaksanakan oleh guru.
c. Linkungan masyarakat, tidak dapat dipungkiri anak mempunyai dorongan untuk menjadi anggota dslsm lingkungan masyarakat dan lingkungan ini turut mendidik da membentuk karakter anak. Ketiga lingkungan ini oleh Ki Hajar Dewantara disebut sebagai Tri Pusat Pendidikan.



Share:

Monday, January 7, 2019

PEMIKIRAN MARIA MONTESSORI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja ya... kali ini mimin akan memposting pemikiran Maria Montessori tentang pendidikan anak usia dini, semoga bermanfaat :


Maria Montessori lahir di Italia pada trahun 1870, tahun 1896 ia menamatkan pendidikannya sebagai dokter. Ia adalah dokter pertama yang mencurahkan banyak perhatian pada anak-anak tunanetra yang ketika itu kurang sekali mendapatkan layanan. Pandangan Maria Montessorittentang pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari pengaruh pemikiran ahli yang lain, seperti Rousseau dan Pestalozi, yang menekankan pola kondisi lingkungan bebas dan penuh kasih agar potensi anak dapat berkembang optimal.
Maria Montessori memandang anak usia prasekolah / TK sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Ia memahami bahwa pendidikan merupakan aktivitas diri yang mengarah pada pembentukan disiplin pribadi, kemandirian dan pengarahan diri. Menurut Montessori, persepsi anak tentang dunia merupakan dasar dari ilmu pengetahuan. Untuk itu ia merancang materi yang memungkinkan indera seorang anak dikembangkan. Dengan menggunakan materi untuk mengoreksi diri, anak menjadi sadar terhadap berbagai macam rangsangan kemudian disusun dalam pikirannya. Oleh karena itu, Maria Montessori mengembangkan alat-alat belajar yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan.
Search from Wikipedia

Pandangan Maria Montessori yang paling terkenal adalah bahwa dalam perkembangan anak terdapat masa peka, yaitu suatu masa yan ditandai dengan begitu tertariknya anak terhadap suatu objek yang lainnya. Pada masa tersebut anak memiliki kebutuhan dalam jiwanya yang secara spontan meminta kepuasan. Masa peka ini tidak bisa dipastikan kapan timbulnya pada diri seorang anak karena bersifat spontan dan tanpa paksaan.
Berkaitan dengan hal tersebut maka tugas seorang guru adalah mengamati dengan teliti perkembangan setiap anaknya yang berhubungan dengan masa pekannya. Kemudian guru bisa memberikan stimulasi atau rangsangan yang dapat membantu berkembangnya masa peka anak sesuai dengan fungsinya.  Anak memiliki kemampuaan  untuk membangun sendiri pengetahuannya dan hal tersebut dilakukan oleh anak mulai dari awal sekali. Selanjutnya, Maria Montessori berpendapat bahwa vkemerdekaan (kebebasan) adalah hak asasi setiap anak. Merdeka berarti sanggup membuat sesuatu dengan tenaga dan usaha sendiri tanpa bantuan atau paksaan orang lain.

Demikian sedikit uraian tentanng pemikiran Maria Montessori tentang pendidikan anak usia dini. Kritik dan saran bisa langsung di sematkan dibawah ini. Terimakasih dan Semoga bermanfaat.

Share:

Monday, December 19, 2016

PANDANGAN FROEBEL TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


PANDANGAN FROEBEL TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Selamat malam sahabat Lily.... masih tentang Pendidikan Anak Usia Dini. Setelah kita membahas  Kali ini saya akan memposting tentang PANDANGAN FROEBEL TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. Semoga tulisan ini memberikan manfaat. amin
1. PANDANGAN FROEBEL TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (1782-1852)
Froebel adalah pencetus ide awal sekaligus pelopor tunggal berdirinya kindergarten  atau taman kanak-kanak (TK) petama di dunia. Maraknya lembaga-lembaga PAUD di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Froebel, di samping murid-muridnya, Carl Schulz dan Elizabeth Peabody. Pendidikan taman kanak-kanak harus mengikuti sifat dan karakteristik "Taman" atau anak. Oleh sebab itu, bermain di pandang sebagai metode yang tepat untuk membelajarkan anak serta merupakan cara anak dalam meniru kehidupan orang dewasa di sekelilingnya secara wajar. Selanjutnya teori pendidikan Froebel didasarkan atas keyakiannya terhadap kesatuan alam, adanya hukum-hukum alam yang universal dan keyakinannya terhadap Tuhan sebagai pengatur kehidupan manusia yang juga merupakan bagian dari alam. Dalam hal ini, Froebel berpendapat dengan pestalozzi bahwa anak-anak sejak lahir memiliki kemampuan khusus masing-masing,  tetapi ia menyatakan pula bhwa perkembangan, kemampuan dan pemenuhan kebutuhan diri beasal dari dorongan hati anak tersebut melalui aktivitas yang dilakukannya secara spontan. Di katakan pula bahwa, berpikir adalah suatu aktivitas otak dan berpikir terdapat pula dalam bentuk-bentuk perbuatan yang lain, seperti bermain, bersikap, bercakap-cakap, menyanyi dan daya pengungkapan diri. Jadi, pengetahuan dan perbuatan merupakan bentuk aspek yang sama dengan pernyataan diri serta kreativitas. Sebagaimana tanaman yang tumbuh dengan bantuan alam, seorang anak juga bertumbuh dan berkembang jika dibantu oleh orang tua atau Guru dalam mewujudkan naluri serta memanfaatkan kemampuan alamiahnya (Aswandi Sujud, 1997)
Froebel menganggap bahwa pengetahuan dan pertumbuhan hanya akan mengembangkan naluri serta minat anak yang memang sudah ada. Karena Froebel benar-benar mengerti tentang naluri dan minat tersebut ia menentukan berbagai pola aktivitas seperti permainan, lagu atau rancangan bentuk yang telah di atur sebelumnya dan hal-hal lain yang akan memenuhi kebutuhan pendidikan anak dan akan memuaskan minat spontan anak dalam tahap-tahap pertumbuhan tertentu.  Pandangan pendidikan Froebel yang utama adalah :
1. Pendidikan bukan merupakan persiapan untuk hidup masa dewasa, tetapi lebih merupakan pengalaman hidup yang akan  menyatukan pikiran dengan tindakan.
2. Ekspresi diri dan belajar dari kerja (seperti berkebun, pekerjaan jahitan, menenun, musik, merancang, oekerjaan tangan dan kegiatan laiinya) adalah metode terbaik untuk belajar, memperoleh pengetahuan serta ketrampilan menembangkan bakat.
3. Anak-anak harus dibimbing sehingga mereka akan belajar melalui pengalaman dalam satu kelompok kerjasama serta akan membentuk sikap da kebiasan moral yang baik, saling membantu akan menciptakan persahabatan diantara mereka. Di sekolah Taman Kanak-kanak semuanya menjadi miniatur masyarakat yang ideal.
4. Spontanitas, kegembiraan dan disiplin yang diberikan kepada anak-anak harus wajar dan memberikan ciri terhadapa sekolah tersebut maupun programnya.
5. Manusia adalah bagian dari alam dan tunduk kepada hukum alam. Oleh karena itu, alam harus dipelajari oleh para ahli ilmu pengetahuan, sama seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang yang harus dipelajari.
Pemikiran Froebel sangat besar sumbangannya di dunia pendidikan modern karena menurutnya manusia pada dasarnya dinamis atau produktif dan tidak hanya bersifat reseptif saja. Manusia mempunyai kemampuan untuk berkembang sendiri, bukanlah sepotong spons yang menghisap pengetahuan dari luar saja.
Kesimpulan Pandangan Froebel Tentang Pendidikan Anak Usia Dini
Bahwa anak-anak sejak lahir memiliki kemampuan khusus masing-masing, tetapi ia menyatakan pula bahwa perkembangan, kemampuan, dan pemenuhan kebutuhan diri berasal dari dorongan hati anak tersebut melalui aktivitas yang dilakukannya secara spontan. Di katakan pula bahwa, berpikir adalah suatu aktivitas otak dan berpikir terdapat pula dalam bentuk-bentuk perbuatan yang lain, seperti bermain, bersikap, bercakap-cakap, menyanyi dan daya pengungkapan diri.


Share:

Thursday, November 17, 2016

TEORI BERMAIN MENURUT JOHN DEWEY

TEORI BERMAIN MENURUT JOHN DEWEY

Selamat pagi teman-teman... setelah kemarin tidak isi blog gara-gara kehabisan kuota hehe. Kali ini saya akan memposting tentang Teori bermain dan perkembangan pendidikan anak usia dini menurut John Dewey. Langsung saja yah teman-teman di baca langsung. Kebanyakan langsung sih hehe.
Dewey adalah teoritikus pendidikan terkemukan abad ke-20 di seluruh universitas Amerika. Ia dilahirkan pada 20 Oktober 1859 di Burlington, Vermont Amerika. Pemikiran Dewey tentang pendidikan pada umumnya dan pendidikan anak pada khususnya tertuang dalam karya monumental yang berjudul Democracy and education. Melalui ini Dewey menyatakan bahwa pendidikan adalah rekonstruksi dan reorganisasi pengalaman secara konstant. "education is a constant reorganizing or reconstructing of experience" (Dewey, 1955). Penekananya pada pengalaman ini menimbulkan konsekuensi teknis dalam formasi akal pikiran. Dia mengatakan bahwa tidak perlu ditanyakan lagi, pendidikan itu adalah formasi akan pikiran.
Meyer merangkum prinsip umum dalam pendidikan Dewey sebagai berikut :
1) Pendidikan itu adalah hidup, bukan sekedar persiapan untuk hidup.
2) Pendidikan adalah perkembangan. Selama perkembangan itu berlangsung, pendidikan juga berlangsung terus menerus.
3) Pendidikan adalah rekonstruksi dari sekumpulan pengalaman secara terus menerus.
4) Pendidikan adalah proses sosial, dan untuk merealisasikan hal itu sekolah harus berbentuk komunitas demokratis.
Selanjutnya, Dewey berpendapat bahwa sekolah merupakan model masyarakat demokratis dalam bentuk kecil, di mana anak-anak dapat mempraktekkan ketrampilan yang diperlukan untuk hidup di alam demokratis. Melalui pengalaman-pengalaman itu seorang peserta didik mampu menghadapi dunia luar yang selalu berubah-ubah karena realitas itu berubah secara konstant. Teori Dewey mengerucut pada aliran filsafat progresivisme yang difokuskan pada sekolah sebagai child-centered dan menekankan kurikulum yag mengutamakan aktivitas (activity-centered curiculum).
Prinsip-prinsip dasar pendidikan yang progresiv menurut Dewey secara singkat dirangkum oleh kneller sebagai berikut :
1) Pendidikan itu seharusnya "kehidupan" itu sendiri bukan persiapan untuk hidup.
2) Belajar dikaitkan langsung dengan minat anak.
3) Belajar melalui pemecahan masalah (problem solving) harus didahulukan dari pada pengulangan mata pelajaran secara ketat.
4) Peran Guru bukan untuk menunjukkan, tetapi untuk membimbing.
5) Sekolah harus meningkatkan upaya kerjasama, bukan bersaing.
6) Hanya cara demokratislah yang sesungguhnya dapat meningktakan peran ide dan personalisasi anak secara bebas, karena itu diperlukan bagi kondisi pertumbuhan anak yang benar.
Selanjutnya Dewey menenkankan sistem belajar melalui kegiatan dan pengajaran anak secara mendalam, sama seperti halnya yang telah dianjurkan oleh Pestalozzi dan Proebel pada abad ke-18. Teori-teori pendidikan Dewey di populerkan oleh William Heard melalui Progreive Education Movement, yang sangat berpengaruh di Amerika maupun di Negara-negara lain. Secara ringkas, teori-teori Dewey adalah sebagai berikut :
1. Anak harus benar-benar tertarik pada kegiatan, pengalaman atau pekerjaan yang edukatif.
2. Anak harus menemukan dan memecahkan kesukaran atau masalahnya sendiri.
3. Anak harus menentukan cara pemecahan masalah yang di hadapi sendiri.
4. Anak harus mencoba cara terbaik untuk memecahkan sesuatu melalui penerapan dalam pengalaman, percobaan atau kehidupan sehari-hari.
Pendidikan harus dapat mengembangkan minat maupun kemampuan anak sehingga ia akan berperan  serta dengan baik di sekolah atau di masyarakatnya, anak harus menggunakan bangunan, alat-alat, permainan, pengamatan alam, pengungkapan diri (bukan hanya patuh pada orang lain) dan hasil aktivitas sebagai  cara belajar atau pengembangan dirinya. Anak harus mempelajarai pranata-pranata sosial dan cara hidup dengan jalan ikut berperan serta dalam sekolah maupun masyarakat. Pendidikan harus menunjang kelangsungan pranata, adat-istiadat, ketrampilan dan pengetahuan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.
 sekian artikel yang saya sampaikan semoga bermanfaat, amin
Share: