Showing posts with label ILMU PENGETAHUAN ALAM. Show all posts
Showing posts with label ILMU PENGETAHUAN ALAM. Show all posts

Monday, November 23, 2020

FUNGSI LAMBUNG

Lambung adalah organ berbentuk kantong menyerupai huruf J yang terletak di bagian atas perut. Organ pencernaan satu ini dipenuhi oleh otot dan pembuluh darah. Ukuran lambung dapat berubah bentuk mengikuti postur manusia dan seberapa banyak makanan yang ada di dalam lambung pada saat makan. 

Yuhu ketemu lagi ini dengan mimin, karena kemarin tidak posting karena mimin mager kemarin hehehe. 

Nah, kali ini aku bakalan ulas fungsi dari lambung. 
Yakni lambung memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

1. Tempat penyimpanan makanan sementara, setidaknya selama dua jam atau lebih sebelum disalurkan ke organ pencernaan selanjutnya.

2. Memecah dan mengaduk-aduk makanan lewat gerak peristaltik yang dipicu oleh kerja lapisan otot lambung.

3. Mencerna dan menghancurkan makanan dengan bantuan enzim lambung.

Seperti apa anatomi lambung manusia itu?
Lambung manusia terhubung dengan dua saluran di masing-masing ujungnya. Ujung atas lambung terhubung dengan esofagus alias kerongkongan, saluran berbentuk tabung yang menjadi jalur masuk makanan dari mulut. Daerah pertemuan antara esofagus dengan lambung disebut dengan persimpangan gastroesofageal (GE).

• Lapisan pada dinding lambung
Dilansir dari University of Rochester Medical Center, lambung terdiri dari beberapa lapisan jaringan, di antaranya:

• Mukosa (selaput lendir), yaitu lapisan terdalam lambung yang bersentuhan langsung dengan makanan di dalam lambung. Ketika perut kosong, mukosa berbentuk seperti gerigi yang terdiri dari rugae (dinding-dinding yang berkerut). Rugae ini akan memipih saat lambung dipenuhi oleh makanan. Lapisan mukosa ini menghasilkan dua zat pencernaan, yaitu asam klorida dan pepsin untuk membantu lambung dalam mencerna makanan.

• Submukosa, yaitu lapisan lambung yang terdiri dari jaringan ikat. Jaringan ikat tersebut mengandung pembuluh darah, pembuluh getah bening, sel-sel saraf, dan serat tubuh.

• Muscularis propria (muscularis eksterna), yaitu lapisan lambung yang menutupi submukosa. Muscularis propia terdiri dari tiga lapisan otot sekaligus, di antaranya lapisan otot melingkar, memanjang, dan menyerong yang membantu mencerna makanan dengan enzim pencernaan.

• Serosa, yaitu lapisan terluar lambung yang berfungsi untuk melindungi lambung dari gesekan dengan organ lainnya. Lapisan serosa disebut juga dengan peritoneum viseral.

Demikian sedikit ulasan yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat ya. Salam sayang untuk kalian.

Share:

Tuesday, August 4, 2020

PERBEDAAN PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF DAN GENERATIF

Selamat pagi sahabat Lily.... Bagaimana kabarnya??? Masih semangatkan belajar dari rumah? 😁 Semoga selalu bersemangat ya.... Memang belajar sendiri itu terkadang membosankan tetapi jika kita belajar dengan penuh semangat dan bahagia pasti menyenangkan, boleh lah belajar ditemani kue coklat dan susu coklat hmmm pasti yummy sekali ya guys !!!!

 Kali ini mimin akan memposting tentang perbedaan dari perkembangbiakan vegetatif dan generatif karena kebetulan hari ini mimin saat ngajar les itu pembahasannya... Yuuk langsung saja di simak 😊😊😊

Perkembangbiakan tumbuhan ataupun hewan  adalah salah satu cara untuk melestarikan tumbuhan tersebut. Banyak tumbuhan yang ada di sekitar kita dari yang memiliki banyak manfaat hingga yang sedikit memiliki manfaat. Memiliki bermacam-macam karakteristik dan jenis. 

Perkembangbiakan ada dua macam yaitu perkembangbiakan secara vegetatif (kawin) dan generatif (tidak kawin). Berikut ini berbagai macam perkembangbiakan tumbuhan yang harus diketahui oleh kita :

1. Perkembangbiakan Tumbuhan Generatif
Generatif merupakan cara perkembangbiakan tumbuhan yang bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri dan dengan cara yang alami. Tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara generatif biasanya akan melakukan perkawinan pada bagian bagian bunga. Perkembangbiakan secara generatif harus melalui dua macam proses yaitu penyerbukan dan pembuahan. Pada umumnya tumbuhan bisa melakukan proses tersebut.

Berikut ini proses perkembangbiakan tumbuhan secara generatif :

Tahap pertama dalah tahap penyerbukan. Yang dimaksud dengan penyerbukan adalah saat serbuk sari terjatuh dari kepala putik.
Setelah penyerbukan terjadi, yang tejadi selanjutnya adalah serbuk sari yang terjatuh tersebut bisa menumbuhkan buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari itu akan berjalan menuju ke bakal biji.

Setelah buluh serbuk sari masuk ke bakal biji, sel kelamin jantan atau yang biasa disebut dengan spermatozoid akan masuk ke bakal biji. Sel kelamin jantan tersebut bisa masuk bakal biji dikarenakan buluh serbuk sari tersebut.
Di dalam bakal biji tersebutlah akan terjadi pembuahan setelah penyerbukan. Pembuahan akan dilakukan dengan cara meleburnya sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.
Pembuahan yang dilakukan tumbuhan tersebut menghasilkan zigot.

Zigot inilah yang nantinya menjadi tumbuhan baru hasil dari pembuahan induknya. Awalnya zigot akan menjadi lembaga, setelah menjadi lembaga zigot akan berubah menjadi bakal biji. Dari bakal biji, berubah menjadi bakal buah. Setelah menjadi bakal buah akan berubah menjadi daging buah.

2. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif bisa dilakukan dengan bantuan manusia maupun dengan cara alami. Banyak manusia yang memiliki tumbuhan di halaman rumahnya memilih mengembangbiakkan tumbuhan yang dimilikinya dengan cara ini. Sayangnya tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan dengan cara ini tergantung dengan cara manusia itu sendiri. Jika dia benar dalam melakukan langkah-langkah perkembangbiakan tersebut, tingkat keberhasilannya pengelompokan tumbuhan tergolong tinggi. Selain itu yang mendukung tingkat keberhasilan dari perkembangbiakan tersebut adalah jenis dari tumbuhan yang dikembangbiakkan. Setiap tumbuhan memiliki cara perkembangbiakan yang berbeda-beda. 

Berikut ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif :

Perkembangbiakan dengan cara tidak kawin atau vegetatif bisa dilakukan oleh tumbuhan tanpa melibatkan sel kelamin jantan dan juga sel telur. Peleburan sel kelamin jantan dan juga sel telur tidak diperlukan ketika mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara ini.

Perkembangbiakkan tumbuhan secara vegetatif akan memiliki sifat sama dengan induk tumbuhan tersebut.

Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif bisa melibatkan bantuan tangan manusia atau alami dimana bisa dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri.

Jenis perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif lebih banyak diketahui oleh masyarakat dibandingkan dengan cara generatif.

Secara Generatif
Cara Perkembangbiakan tumbuhan secara kawin terdiri dari berbagai macam jenis. Sayangnya jenis perkembangbiakan secara generatif kurang diketahui masyarakat. Yang banyak diketahui oleh masyarakat adalah perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. 

Berikut ini adalah berbagai macam jenis perkembangbiakan tumbuhan secara generatif :
1. Konjugasi – Konjugasi merupakan perkembangbiakan tumbuhan dengan cara kawin yang tidak diketahui alat kelaminnya. Hal itu ada pada tumbuhan dengan jenis ganggang hijau.

2. Isogami – Perkembangbiakan jenis ini termasuk dalam perkembaangbiakan tumbuhan dengan jenis generatif. Hal itu dikarenakan pada perkembangbiakann isogami akan melibatkan 2 sel gamet dengan kelamin yang sama besar. Isogami banyak dilakukan oleh tumbuhan ganggang biru.

3. Anisogami – Anisogami masuk ke dalam perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dikarenakan melibatkan peleburan 2 sel kelamin jantan dan juga betina. Sel tersebut ukurannya tidak sama besar. Anisogami terjadi pada tumbuhan ulva atau ganggang yang berbentuk seperti lembaran.

4. Penyerbukan Dan Pembuahan – Jenis perkembangbiakan tumbuhan jenis ini merupakan perkembangbiakam yang paling banyak dilakukan oleh tumbuhan. Tumbuhan yang biasanya menggunakan perkembangbiakan dengan jenis ini adalah tumbuhan yang berbunga dan juga tumbuhan yang berbiji. Tumbuhan ini memiliki alat kelamin untuk sel jantan dan juga sel betina. Sel jantan akan memiliki alat kelamin berupa benang sari dan alat kelamin pada betina disebut dengan putik.

5. Anemogami – Perkembangbiakan tumbuhan anemogami akan dibantu dengan angin. Sifat dari perkembangbiakan ini adalah memiliki serbuk sari yang kering dan juga memiliki mahkota bunga yang kecil. Penyerbukan ini sering terjadi pada tumbuhan jagung dan juga rumput-rumputan.

6. Zoidogami – Penyerbukan zoidogami merupakan perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan dan membutuhkan bantuan dari luar. Bantuan dari luar itu dibantu oleh hewan. Hewan yang bisa membantu penyerbukan tumbuhan adalah serangga, burung dan juga kelelawar. Perkembangbiakan ini akan menghasilkan madu dan mengeluarkan aroma bunga. Perkembangbiakan yang melibatkan hewan ini terjadi pada bunga aster dan juga bunga kamboja.

7. Hidrogami – Perkembangbiakan ini membutuhkan bantuan dari luar seperti air. Tumbuhan yang membutuhkan bantuan air untuk perkembangbiakan adalah tumbuhan yang tempat hidupnya ada di air itu sendiri. Tumbuhan itu adalah tumbuhan hydrilla

Share:

Monday, July 27, 2020

PENJELASAN SOAL IPA KELAS 8


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya?? Semoga tetap semangat ya belajarnya di masa pandemi ini. Kali ini mimin akan share tentang penjelasan dari soal dibawah ini, yakni soal ipa kelas 8

1. Perbedaan kelajuan dan kecepatan bisa dilihat pada Lampiran.

2. Hasil kelajuan pada sekon ke 2, ke 4 dan ke 5 adalah 2 m/s, dan kecepatan sepeda motor tersebut adalah 2 m/s.

=================================

\boxed{\boxed{Pembahasan\:Nomor\:1}}

Perhatikan "Double bubble map" pada soal.

Pada bubble - bubble tersebut bisa diketahu bahwa :

  • Kelajuan

Bubble 1 : Berkaitan dengan Jarak tempuh.

Buble 2 : Persamaan kelajuan adalah :

\boxed{v=\frac{s}{t} }

Bubble 3 : Alat Ukur Kelajuan adalah "Spedo meter".

Bubble 4 : Contoh

  • Kecepatan

Bubble 1 : Berkaitan dengan perpindahan.

Buble 2 : Persamaan kecepatan adalah :

\boxed{v=\frac{\Delta\:s}{t} }

Bubble 3 : Alat Ukur Kelajuan adalah "Velocity meter".

Bubble 4 : Contoh

Contoh kelajuan dan kecepatan.

Soal.

Nisa berjalan ke timur sejauh 10 m dengan waktu 20 detik. Lalu ia berbalik ke barat dan berjalan dengan jarak 5 m selama 5 detik. Hitunglah kelajuan dan kecepatan yang dilakukan Nisa.

Diketahui:

AB = 10 m

BC = 5 m

t₁ = 20 detik

t₁ = 5 detik

Penyelesaian :

Jarak yang ditempuh Budi:

AB + BC = 10 m + 5 m = 15 m

Perpindahan yang dilakukan Budi :

AC = AB – BC = 10 m – 5 m = 5 m

kelajuan = jarak tempuh / waktu tempuh

Kelajuan = 15 m / (20+5) detik = 0,6 m/detik

kecepatan = perpindahan benda / waktu tempuh

Kecepatan = 5 m / (20+5) s = 0,2 m/detik

=============================

\boxed{\boxed{Penjelasan\:Nomor\:2}}

Perhatikan tabel !

Pada tabel diketahui bahwa :

Saat waktu (t₀) = 0 s,  Jarak tempuh (s₀) = 0 m

Saat waktu (t₁) = 1 s, Jarak tempuh (s₁) = 2 m

Saat waktu (t₂) = 2 s, Jarak tempuh (s₂) = 4 m

Saat waktu (t₃) = 3 s, Jarak tempuh (s₃) = 6 m

Saat waktu (t₄) = 4 s, Jarak tempuh (s₄) = 8 m

Saat waktu (t₅) = 5 s, Jarak tempuh (s₅) = 10 m

Dengan data tersebut maka :

1. Kelajuan sepeda motor pada sekon ke 2 adalah :

  Kelajuan = Jarak tempuh / waktu

  v = s / t

  v = 4 m / 2 s = 2 m/s

2. Kelajuan sepeda motor pada sekon ke 4 adalah :

   v = s / t

   v = 8 m / 4 s = 2 m/s

3. Kelajuan sepeda motor pada sekon ke 5 adalah :

   v = s / t

   v = 10 m / 5 s = 2 m/s

4. Kecepatan yang dialami sepeda motor adalah :

   Kecepatan = Perpindahan / waktu

   Perpindahan yang di alami (Δs) = 10 m

   Waktu yang dibutuhkan (t) = 5 s

   sehingga :

   v = Δs / t

   v = 10 m/ 5 s  = 2 m/s.


Share:

Monday, January 27, 2020

CIRI FLORA ASIATIS






Selamat siang sahabat Lily… bagaimana kabarnya??? Semoga dalam keadaan sehat selalu… kali ini mimin akan share tentang flora asiatis, semoga bermanfaat ^^

Flora daerah barat yang bersifat khas atau flora Asiatis memiliki sifat yang tidak sama dengan flora bagian tengah maupun bagian timur. Tentunya flora di masing- masing wilayah memiliki ciri khasnya masing- masing yang akan membedakannya dengan flora di daerah lain.

Adapun ciri- ciri flora Asiatis antara lain sebagai berikut:

·         Flora Berupa Hutan Tropis

Ada beberapa macam tumbuhan atau flora Asiatis. Flota Asiatis biasanya tumbuh di hutan tropis yang memiliki berbagai jenis tanaman atau pohon. Pepohonan yang tumbuh di hutan tropis Indonesia bagian barat biasanya lebat dan lembab.
Adapun beberapa jenis tumbuhan yang menjadi khasnya tanaman atau flora Asiatis adalah tumbutan kamper, keruing, kayu meranti dan juga kayu mahoni. Tumbuhan khas Asiatis ini memiliki kayu yang banyak digunakan oleh manusia.

·         Dibatasi Oleh Garis Khayal Wallace

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa antar wilayah yang membatasi zona persebaran flora dan fauna dibatasi oleh garis- garis khayal. Garis khayal yang membatasi antara zona Asiatis dan zona peralihan adalah garis Wallace. Sementara yang membatasi antara zona peralihan dengan zona Australis adalah garis Weber.

·         Memiliki Daun Yang Lebat

Salah satu ciri yang dapat terlihat dari flora Asiatis adalah memiliki daun yang lebat. Jumlah daun di pohon flora Asiatis bisa dikaotakan banyak dan rimbun. Oleh karena flora- flora ini tumbuh di hutan, maka di wilayah Indonesia bagian barat seringkali dijumpai hutan hujan tropis yang selalu hijau dan lembab sepanjang tahun karena daun- daun membentuk kanopi sehingga sinar matahari tidak dapat ditembus.

·         Berukuran Besar

Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh flora Asiatis lainnya daalah ukurannya yang raksasa. Ukuran flora Asiatis ini memang lebih jumbo daripada jenis tanaman lainnya. Adapun beberapa tanaman atau flora Asiatis yang berukuran besar seperti bunga Rafflesia Arnoldi, Bunga Bangkai, dan daun Sang.


Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Titan Konjac



Share:

Thursday, November 14, 2019

ORGAN PADA HEWAN RUMINANSIA (PEMAMAH BIAK)




Selamat malam sahabat Lily.... bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan baik yah... kali ini mimin mau memposting organ-organ pada hewan ruminansia beserta fungsingya. Apa saja???? Ini nah semoga bermanfaat ^^

Organ-organ pada hewan ruminansia beserta fungsinya sebagai berikut:


Rongga mulut (Cavum Oris) : Rongga mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses pencernaan. Rahang hewan ruminansia dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.

Esofagus (kerongkongan) : Esofagus berfungsi sebagai jalur penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Makanan hanya melewati esofagus tanpa melalui proses apapun, hal ini karena kerongkongan ruminansia umumnya sangat pendek sekitar 5 cm, tetapi mampu melebar untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanan.

Lambung : Makanan yang telah melewati esofagus kemudian akan menuju lambung. Proses pencernaan pada lambung yang pertama untuk menampung makanan sementara sebelum dikeluarkan kembali. Selain itu lambung berfungsi dalam proses pembusukan makanan dan menghasilkan enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. Berikut ini adalah bagian-bagian lambung hewan ruminansia:

Usus Halus : Usus halus berfungsi menyerap sari-sari makanan yang telah diproses di dalam lambung. Sari-sari makanan yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh dan diubah menjadi energi.

 Anus : Setelah sari-sari makanan diserap oleh usus halus, sisa proses penyerapan akan dibawa menuju anus. Sisa ampas makanan tersebut akan dikeluarkan melalui anus.

Demikian sedikit pengetahuan tentang organ pada hewan ruminansia, semoga bermanfaat ^^



Share:

Monday, July 8, 2019

KLASIFIKASI TANAMAN KEDELAI



Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya?? semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. siapa sih yang tidak tahu kedelai tetapi jarang loh yang mengetahui klasifikasi dari tanaman kedelai, lalu apa saja??? ini dia ulasanya ^_^ 

Klasifikasi Tanaman Kedelai

Pada awalnya, kedelai dikenal dengan beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max , namun pada tahun 1948 telah disepakatibahwa nama botani yang dapat diterima dalam istilah ilmiah, yaitu Glycinemax (L.) Merill. Menurut Adisarwanto (2005) klasifikasi tanaman kedelai sebagai berikut.

Kerajaan :    Plantae
Divisi       :    Magnoliophyta
Kelas        :    Magnoliopsida
Subkelas :    Rosidae
Ordo        :    Fabales
Famili       :    Fabaceae
Genus      :    Glycine
Spesies     :    Glycine max (L.)Merrill

Kacang kedelai atau kedelai merupakan salah satu tanaman yang termasuk ke dalam jenis tanaman polong-polongan. Kedelai merupakan sumber utama minyak nabati dan protein nabati dunia. Di Asia Timur, tanaman kedelai dijadikan sebagai bahan dasar banyak makanan, seperi tahu, tempe, dan kecap. Sehingga budidaya tanaman kacang kedelai dapat memberikan keuntungan yang besar. Sebenarnya di Asia Timur budidaya tanaman kedelai telah ada sejak 3500 tahun yang lalu.

Sedangkan di Nusantara, kedelai putih diperkenalkan oleh pendatang dari Cina, selain kedelai putih, kedelai hitam juga telah lama dikenal oleh penduduk setempat. Negara penghasil kedelai utama adalah Amerika Serikat. Kedelai memiliki nama yang berbeda di setiap Negara, di Negara Cina dan Jepang, kedelai terkadang dikenal sebagai kacang besar. Sedangkan di Negara lainnya, yaitu di Vietnam, kedalai memiliki nama tương đậu.  Klasifikasi dan morfologi kedelai bisa dipelajari agar lebih memahami mengenai tanaman kedelai apabila ingin membudidayakan tanaman kedelai.


Share:

Monday, April 29, 2019

CAMPURAN HETEROGEN DAN HOMOGEN


Selamat malam sahabat Lily.... bagaimana hari ini??? Hujan atau cerah cuaca di kota sahabat sekalian?? Kalau ditempat mimin seharian berawan, sampai-sampai pakaian yang dijemur pun tak kering. Hmmm jadi galau tapi yasudah mau gimana lagi, sabaaaaaaaar ^_^. Kali ini mimin mau memposting tentang perbedaan cairan campuran Homogen dan campuran Heterogen.

Perbedaan Antara Campuran Heterogen Dan Campuran Homogen


  Ø  Campuran Heterogen adalah campuran yang memiliki unsur sama baik warna, rasa dan perbandingan zat-zat yang tercampur sama. Campuran ini tidak dapat dibedakan antara zat tunggal dan campurannya. Contoh dari campuran heterogen adalah Gula yang dilarutkan dalam air.

  Ø  Campuran Homogen adalah campuran yang masih dapat dibedakan antara zat-zat dengan pencampurnya. Campuran ini memiliki ketidaksamaan warna, rasa dan perbandingan zat tercampur serta konsentrasinya. Contoh dari campuran homogen adalah pasir yang dilarutkan dalam air.

Dari penjelasan diatas perbedaan sangat terlihat jelas antara campuran heterogen dan campuran homogen, campuran homogen memiliki fasa yang sama baik unsur dan konsentrasinya. Campuran heterogen memiliki perbedaan antara fasa unsur dan konsentrasinya.

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bermanfaat dan dapat membantu ^_^


Share:

Saturday, December 22, 2018

KONSEP LISTRIK STATIS

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya? Mimin harap kalian dalam keadaan baik-baik saja dan tetap bahagia walau kadang sedih hehehe. Kali ini mimin akan memposting  konsep listrik statis dan beberapa sifat-sifatnya. Cekidooot 😊😉😉

   A. Konsep Listrik Statis
1.    Muatan Listrik
Muatan listrik adalah sifat (muatan dasar) yang dibawa oleh partikel dasar sehingga menyebabkan partikel dasar tersebut mengalami gaya tarik menarik dan tolak menolak. Muatan listrik dari suatu partikel dasar bisa berjenis positif dan negatif. Jika dua benda memiliki muatan yang sama akan tolak menolak dan kedua benda tersebut akan tarik menarik jika muatannya berbeda jenis. Asal sobat hitung tahu, partikel dasar dan subatomik seperti elektron dan proton punya muatan listrik. Elektron bermuatan negatif dan proton bermuatan positif.
Muatan listtrik terdiri dari dua jenis yaitu :
1.    Elektron yang membawa muatan negatif
2.    Proton yang membawa muatan positif
Masing-masing muatan mempunyai
Muatan 1 elektron = -1,6.10-19 coulomb
Muatan 1 elektron = +1,6.10-19 coulomb
Muatan listrik dari suatau benda ditentukan oleh jumlah proton dan elektron yang dikandung benda tersebut.
·      Bila sebuah benda kelebihan elektron = kekurangan proton (Σ elektron > Σ Proton), maka benda tersebut bermuatan negatif
·      Bila benda kekurangan elektron = kelebihan proton (Σ elektron < Σ Proton), maka benda tersebut bermuatan positif
·      Jika jumlah elektron = jumlah Σ proton = Σ elektron maka benda tersebut tidak bermuatan (muatan netral)
Sifat-sifat dari Muatan Listrik
1.    Muatan Sejenis akan tolak menolak dan muatan tidak sejenis akan tarik menarik. Ini mirip laki-laki sama perempuan. Jika berlawanan jenis akan punya kecenderungan untuk tarik menarik dan jika sesama jenis akan punya kecenderungan untuk tolak menolak.
2.    Muatan Listrik adalah besaran pokok fisika yang diukur dalam satuan coulomb disimbolkan dengan (C). Satu coulomb sama dengan 6,24 x 1018 e (e = muatan proton).  Sehingga mautan yang dikandung oleh sebuah proton adalah 1,602 x 10-19 coulomb. Elektron mempunyai muatan yang sama dengan proton tapi berbeda jenis (-)1,602 x 10-19 coulomb.

3.    Muatan Listrik mirip dengan massa. Ia punya hukum kekekalan muatan sama seperti hukum kekekalan massa.  Gaya yang ditimbulkan oleh dua muatan itu punya karakter yang sama seperti gaya gravitasi yang ditumbulkan oleh dua buah benda dengan massa tertentu. Gaya antar muatan ini juga bersifat konservatif dan terpusat.

Demikian pembahasan dari konsep listrik statis, semoga bermanfaat bagi kalian. See you sahabat lily 

Share:

Saturday, July 7, 2018

JENIS HEWAN DAN PERNAFASANNYA

Tak terasa sudah 3 bulan tak pernah memposting di blog ini, rindu sekali sebenarnya tapi apalah daya kuota internet limit 😝😝😂😂😂😂, kali ini saya akan memposting jenis hewan dan pernafasannya.


JENIS HEWAN DAN PERNAFASANNYA

Pernafasan disebut juga dengan Respirasi.

Bernafas dapat didefinisikan sebagai suatu proses memasukkan (Menghirup) oksigen (O2) ke dalam tubuh guna membantu proses pembakaran (oksidasi) makanan untuk menghasilkan energi, kemudian mengeluarkan karbondioksida dan uap air (H2O)
Bernafas dapat didefinisikan sebagai suatu proses memasukkan (Menghirup) oksigen (O2) ke dalam tubuh guna membantu proses pembakaran (oksidasi) makanan untuk menghasilkan energi, karbondioksida dan uap air (H2O).

Energi yang dihasilkan digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas, sedangkan sisa pembakaran yakni karbondioksida dan uap air akan dikeluarkan dari dalam tubuh. Meski bernafas pada setiap hewan memiliki tujuan yang sama, namun dalam melakukan pernafasan, beberapa jenis hewan memiliki cara bernafas yang berbeda-beda.

Sistem pernafasan Hewan

Beberapa sistem pernafasan pada hewan, antara lain:

1.    Burung (Aves)

Sistem Pernafasan pada Hewan sejenis Unggas atau Burung (AVES). Hewan jenis burung atau unggas (Aves) bernafas dengan menggunakan Paru-paru.

Hewan jenis burung yang dapat terbang memiliki cara bernafas tersendiri, burung memiliki alat pernafasan khusus yang disebut dengan kantung udara (Pundi-pundi udara) yang terhubung ke saluran paru-paru.
  • Pada saat burung terbang atau mengepakkan sayapnya, burung bernafas tidak melalui hidung, melainkan bernafas dengan memanfaatkan oksigen yang tersedia di dalam kantung udara (Pundi-pundi) yang dimasukkan ke dalam paru-paru.
  • Kemudian, saat burung tidak mengepakkan sayapnya, baik itu saat melayang diudara atau saat hinggap di darat. Burung kembali bernafas melaui hidung dan mengisi kantung udara (pundi-pundi) untuk persediaan oksigen saat terbang (mengepakkan sayap) berikutnya.
Proses pernafasan pada Burung:
Oksigen masuk melalui Hidung - tenggorokan - Pundi-pundi udara - Paru-paru.

2. Reptil

Sistem Pernafasan pada hewan jenis Reptil. Hewan jenis Reptil (Hewan melata), Seperti misalnya Kura-kura, kadal, komodo,biawak, buaya bernafas menggunakan paru-paru. Keunikan dari hewan jenis reptil adalah memiliki katup pada saluran pernafasannya, pada saat berada di dalam air hewan jenis reptil dapat menutup katup saluran pernafasan yang terdapat pada hidung, batang tenggorok, sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru.

Proses pernafasan pada Reptil:
Oksigen masuk melalui Hidung - batang tenggorokan - Paru-paru

3. Amfibi

Sistem Pernafasan pada hewan jenis Amfibi. Hewan jenis amfibi adalah hewan yang dapat hidup di air maupun di darat. Sistem pernafasan pada hewan jenis Amfibi menggunakan beberapa cara, yaitu menggunakan Paru-paru, insang dan kulit.
Seperti misalnya sistem pernafasan pada Katak
  • Katak yang masih bayi berupa larva yang hidup di dalam air, bernafas menggunakan Insang luar yang berada di bagian belakang kepalanya.
  • Katak yang berusia 9 hari disebut berudu, bernafas menggunakan insang dalam.
  • Katak dewasa yang sudah dapat hidup di darat maupun di air melakukan pernafasan dengan menggunakan paru-paru dan kulit.

4. Ikan (Pisces)

Sistem Pernafasan pada ikan (Pisces) Ikan bernafas dengan menggunakan insang yang berjumlah 4 pasang. 4 pasang insang tersebut terletak pada kepala sebelah kanan dan kiri kepalanya, dan dilindungi oleh tutup insang.





Pernafasan pada ikan dilakukan dengan cara:
  • Saat ikan membuka mulutnya, air masuk ke dalam rongga mulut sementara tutup insang tertutup.
  • Air yang masuk kedalam rongga mulut tersebut mengandung oksigen, kemudian oksigen tersebut diikat oleh pembuluh kapiler yang terdapat pada insang.
  • Kemudian saat mulut ikan tertutup, maka tutup insang akan terbuka untuk mengeluarkan air dan karbondioksida melalui lembaran insang.

Ikan juga memiliki gelembung renang yang berfungsi sebagai pengaturan naik-turun ikan di dalam air, dan sebagai tempat penyimpanan cadangan oksigen. Selain itu untuk beberapa jenis ikan yang hidup di daerah air yang kurang atau hidup di lumpur, seperti ikan lele dan ikan gabus. Memiliki bagian pernafasan yang disebut dengan labirin. Labirin atau lembaran-lembaran insang pada ikan tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan persediaan oksigen untuk bernafas.

5. Cacing

Sistem Pernafasan pada Cacing. Hewan yang termasuk ke dalam jenis Cacing pada umumnya tidak mempunyai alat pernafasan yang khusus, hewan jenis cacing biasanya bernafas dengan menggunakan permukaan kulit. Permukaan kulit pada cacing mengandung lendir, lendir ini berfungsi untuk menjaga kondisi pemukaan kulitnya agar selalu basah agar oksigen dapat lebih mudah masuk  dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, dan mengeluarkan karbondioksida melalui kulit tersebut.

6. Mamalia

Sistem Pernafasan pada hewan jenis Mamalia. Hewan jenis mamalia adalah hewan menyusui anak-anaknya.

Hewan jenis mamalia (Menyusui) ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di air.
  • Hewan mamalia yang hidup di darat, seperti: Kerbau, kambing, kucing, sapi, gajah, harimau dan lainnya.
  • Hewan mamalia yang hidup di air, seperti: Ikan paus dan ikan lumba-lumba.

Hewan jenis mamalia, baik yang hidup di darat maupun yang hidup di air, bernafas menggunakan paru-paru. Pernafasan hewan mamalia memerlukan oksigen di udara, oleh karena itulah Ikan paus dan lumba-lumba sering naik ke permukaan air untuk menghirup oksigen di udara.

7.Serangga (Insecta)

Sistem pernafasan pada hewan jenis serangga. Hewan yang termasuk jenis serangga, seperti: Belalang, Capung, lalat, rayap dan lainnya. Hewan jenis Serangga bernafas dengan menggunakan Trakea. Trakea merupakan bagian yang berupa pembuluh-pembuluh halus yang bercabang-cabang memenuhi seluruh bagian tubuh serangga.
  • Pembuluh-pembuluh halus yang dimiliki Trakea tersebut bermuara pada satu bagian yang disebut dengan Spirakel.
  • Spirakel ditutupi oleh bulu-bulu yang halus dan berfungsi sebagai penyaring debu atau kotoran, sehingga udara/oksigen yang masuk ke Trakea menjadi bersih.
  • Kemudian Udara/oksigen yang masuk ke trakea melewati Trakeola yang terhubung dengan Membran Sel.
  • Bagian yang disebut dengan Trakeola memiliki ujung pembuluh yang kecil dan mengandung sejenis cairan berwarna biru tua.
  • Oksigen masuk melalui trakeola menuju sel tubuh, dan Karbondioksida akan dikeluarkan kembali melalui Trakeola melewati Trakea lalu dibuang ke luar.
  • Keluar masuknya Udara/Oksigen disebabkan oleh pergerakan otot tubuh serangga secara teratur.

Share: