Showing posts with label BAHASA INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label BAHASA INDONESIA. Show all posts

Monday, September 21, 2020

MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR MEMBACA PADA ANAK USIA DINI (AUD)

Belajar adalah kewajiban setiap manusia, pun tanpa disadari dan mau tidak mau kita sudah belajar di setiap detiknya. Mulai dari belajar tanpa disadari dan disadari, belajar itu dilakukan sejak kita dalam kandungan seorang ibu. Kalau di dalam kandungan kita belajar memegang dan yang pertama dipegang mungkin adalah tali pusat, maka dari itu ketika bayi lahir ia selalu mampu memegang dengan erat jari sang ibu.

 

Belajar membaca juga tidak hanya aktivitas mengeja saja tetapi lebih dari itu, ketika membaca kita telah menyelami makna kata yang kita baca. Tetapi menumbuhkan minat baca pada anak itu tak semudah membalikkan telapak tangan, karena anak memiliki semangat yang naik turun.

 

Kali ini aku bakalan share tips untuk menumbuhkan minat baca pada anak usia dini, apa saja tipsnya? Yuuk kita simak

 


Minat baca pada anak itu memiliki pasang surut dan naik turun pada moodnya, karena dalam benaknya hanya ada masa untuk bermain tetapi tidak ada salahnya jika kita menemani bermain anak sambil belajar. Ya sambil menyelam minum air, sambil bermain sedikit belajar.

 

1. Ajak anak untuk mengenal abjad, tulis abjad dikertas kemudian hias abjad tersebut. Tujuan dari menghias abjad adalah menjadikan anak semangat belajar karena ada gambar unik pada masing-masing huruf.

 

2. Ajak anak untuk menghafal huruf dengan nyanyian, agar mereka semangat dalam belajar mengeja.

 

3. Untuk merangsang semangat belajar, ajak anak untuk bernyanyi lagu yang ia sukai.

 

4. Ambil buku cerita bergambar, lalu ceritakan hal-hal yang ada dibuku. Ajak anak mengenal gambar, lalu ajak untuk mengenal huruf sekaligus.

 

5. Berikan anak buku bacaan yang ada gambar menarik, agar mereka bersemangat untuk mengeja bacaan tersebut.

 

6. Beri buku bacaan yang bergambar yang belum ada warnanya, jadi kita akan mudah untuk mengajar anak membaca, mengenal warna dan mengenal gambar. Jadi dalam satu waktu kita bisa mengajar anak beberapa pelajaran.

 

7. Memberikan kesempatan pada mereka untuk belajar dengan lingkungan belajar yang kondusif dan kreatif.

 

Mengajak anak untuk belajar itu tidak mudah karena pada dasarnya mereka lebih senang untuk bermain, masa yang begitu menyenangkan adalah masa anak-anak tetapi sebagai seorang bunda/pendidik kita harus bisa mengarahkan anak untuk bermain sekaligus belajar. 

 

Jadi, anak-anak tidak hanya mengetahui bermain saja tapi juga belajar dengan senang hati tanpa paksaan.

 

Fungsi minat belajar pada anak yang lebih besar adalah motivating force adalah kekuatan yang dapat mendorong anak untuk belajar. Sebagai pengajar atau orang tua kita harus menemani belajar serta memberi motivasi agar mereka selalu semangat dalam belajar.

 

Demikian sedikit tips yang bisa aku sampaikan, semoga bermanfaat untuk mengajarkan anak mengenal huruf dan belajar. Terimakasih salam sayang untuk kalian 😊

 

 

Share:

Monday, September 7, 2020

PARAFRASE PUISI GURU TERHEBAT

 

Selamat malam sahabat Lily.... bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya dan tetap semangat walaupun masih dalam keadaan pandemi. Kali ini mimin mau share tentang materi cara memparafrasekan puisi. Apa sih parafrase itu? Parafrase adalah uraian sebuah puisi yang dijadikan prosa. Kali ini mimin mau memparafrasekan puisi yang diciptakan oleh mimin sendiri. Semoga bermanfaat ya terutama untuk bahan belajar.

*Puisi

******* Guru Terhebat *******

Oleh : Eka Nur  Rahayu

Guru terhebat.......

Kau tak pernah lelah mengajariku

Walaupun aku sering tak mendengarkankanmu

Kadang aku menyesal

Inginku perbaiki semua ini

Aku ingin menaatimu guruku

Guruku terhebat.......

Kau tak pernah lelah mengajariku

Kau selalu menyemangatiku dalam belajar

Tak lelah walau kadang aku malas

Guruku terhebat ......

Aku sangat bangga padamu

Sangat menyayangimu

I love you guru terhebatku

Kau akan selalu ada dalam setiap do’aku

 

*Parafrase

Guru itu adalah sosok yang hebat, ia adalah sosok yang tak pernah lelah untuk mengajari anak didiknya dalam belajar. Walaupun terkadang banyak dari murid yang tak mendengarkannya karena mereka sibuk dengan bercandaan mereka dengan teman. Terkadang mereka saling melempar kertas antara teman sebangku dengan lainnya, walaupun begitu guru tak pernah marah bahkan mereka tetap sabar dalam menghadapi tingkah polah peserta didiknya. Pesertaa didik akan merasa bersalah dengan perbuatanya manakala ia sudah lulus, mereka rindu dengan sosok yang begitu sabar melebihi orang tuanya sendiri. Banyak dari murid-murid yang bagitu menyayangi guru mereka tak terkecuali diriku. Terimakasih guruku kau bagai lentera dalam hidupku, i love you.

 


Demikian sedikit puisi dan parafrase yang bisa mimin share, semoga bermanfaat. Terimakasih

Share:

Monday, September 16, 2019

MANFAAT BAHASA DAN PERKEMBANGANYA DALAM MASYARAKAT



Selamat malam sahabat Lily...... bagaimana hari ini ? meneyenangkan bukan, secara menjadi pelajar itu kan mudah banget ya... tinggal belajar dan belajar tanpa ada beban berat atau mungkin punya beban berat  kalau ada pekerjaan rumah yang benar – benar memeras otak sekali. Dulu mimin juga gitu pas masih sekolah apalagi kalau pekerjaan rumahnya itu akuntansi.. duh uangnya yang di hitung berjuta-juta tapi tak ada yang ada hanya angka hmmmm. Lupakan tentang kebaperan mimin waktu itu, kali ini mimin mau ngeposting tentang Manfaat Bahasa dan Perkembanganya dalam Masyarakat, semoga bisa bermanfaat ya..........

*** Manfaat Bahasa dan Perkembanganya dalam Masyarakat ***


 1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.

  2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia (berbisnis). Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup berkelompok dan membentuk lingkungan pergaulan yang tentunya mereka tinggal di dalamnya, bekerja dan mencari kebutuhan hidup. Dari sinilah bahasa itu berfungsi sebagai alat untuk bekerja sama satu sama lain.

  3. Alat mengidentifikasi diri. Dengan bahasa kita bisa mengidentifikasikan diri kita pada orang lain,tentang bagaimana kita,perasaan ,keinginan,dll.

Bahasa bisa punah karena kebanyakan bahasa didunia ini tidak statis. Bahasa-bahasa itu berubah seiring waktu, mendapat kata tambahan, dan mencuri kata-kata dari bahasa lain. Bahasa hidup dan berkembang ketika masyarakat menuturkannya sebagai alat komunikasi utama. Ketika tidak ada lagi masyarakat penutur asli suatu bahasa disebut bahasa mati atau punah, meskipun masih ada sedikit penutur asli yang menggunakan tetapi generasi muda tidak lagi menjadi penutur bahasa tersebut.

Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah bahasa punah ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain.Orang indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena bahasa indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi kata-kata bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah.

Karena pengaruh globalisasi dan IPTEK menyebabkan masyarakat indonesia menganggap bahasa indonesia itu tidak gaul dan terlalu formal.Hal tersebut mengakibatkan bahasa Indonesia sering dicampur dengan kata-kata yang tidak formal dan itu mengakibatkan banyak anak muda Indonesia bahkan anak kecil tidak bisa mengucapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Share:

Tuesday, May 28, 2019

PUISI DAN PARAFRASANYA IBUKU TERCINTA


Selamat malam sahabat Lily... setelah sekian lama baru posting karena sedang membangun blog pribadi ^^, kali ini mimin mau memposting tentang puisi berserta parafrasenya.... semoga bermanfaat ya ^^
IBUKU TERCI NTA

Ibuku tercinta.........
Engkau korbankan nyawamu demi aku
Siang dan malam kau terjaga tanpa mengenal lelah
Hingga makan pun kau selalu menimangku
Kau tulus ikhlas mendidik ku tanpa mengenal lelah

Ibuku tercinta..........
Engkaulah penuntunku dari aku kecil hingga dewasa
Tak pernah engkau mengeluh atas semua tingkahku
Engkau selalu mengajarkanku dalam hal apa saja
Tanpa mengeluh mendengar keluh kesahku

Ibuku tercinta.......
Hanya do’a yang bisa ku panjatkan kepada Yang Maha Kuasa
Agar engkau selalu sehat dan bisa tersenyum bahagia
Maafkan aku yang kadang berlaku kasar kepadamu
Tutur kata yang tak sopan untukmu
Terkadang suka menentang perintahmu
Dan sasmpai saat ini belum bisa membahagiakanmu

Maafkanlah anakmu ini ibu

Parafrasanya :
Ibu adalah seorang yang begitu berharga karena ibu rela mengorbankan nyawa demi buah hatinya, rela kelaparan demi melihat anaknya makan dengan kenyang. Seseorang yang begitu tulus walaupun terkadang juga sakit karena perkataan atau perlakuan anaknya yang suka membantah perintahnya. Tetapi seorang ibu tidak akan tega untuk memarahi anaknya bahkan ibu akan memeluk erat anaknya, hingga ibu lupa dengan segala rasa gundahnya. Sebagai anak sudah sepatutnya kita mendoaakan dan menjaga perasaan ibu kita tercinta dengan selalu patuh dalam hal kebaikan yang ibu ajarkan kepada kita.

Demikian puisi dan parafrasanya semoga bisa bermanfaat ya sahabat Lily.. selamat menjalankan ibadah puasa dan menuju kemenangan ^^




Share:

Wednesday, January 16, 2019

PENGERTIAN BAHASA

Selamat malam sahabat Lily...... bagaimana hari ini ? meneyenangkan bukan, secara menjadi pelajar itu kan mudah banget ya... tinggal belajar dan belajar tanpa ada beban berat atau mungkin punya beban berat  kalau ada pekerjaan rumah yang benar – benar memeras otak sekali. Dulu mimin juga gitu pas masih sekolah apalagi kalau pekerjaan rumahnya itu akuntansi.. duh uangnya yang di hitung berjuta-juta tapi tak ada yang ada hanya angka hmmmm. Lupakan tentang kebaperan mimin waktu itu, kali ini mimin mau ngeposting tentang pengertian bahasa indonesia, semoga bisa bermanfaat ya..........
 Pengertian Bahasa

Menurut Gorys Keraf (2004 : 1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ketika anggota masyarakat menginginkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, maka orang tersebut akan menggunakan suatu bahasa yang sudah biasa digunakannya untuk menyampaikan sesuatu informasi. Pada umumnya bahasa-bahasa tersebut dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain, hal ini dapat dikarenakan adanya perbedaan kultur, lingkungan dan kebiasaan yang mereka miliki. Mungkin asumsi beberapa orang berpendapat bahwa tidak hanya bahasa saja yang dapat dijadikan sebagai media komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa terdapat dua orang atau lebih yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Mereka memakai beberapa alat ataupun media untuk menyampaikan suatu kabar yang memang ingin diinformasikan kepada pihak lain dengan menggunakan lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh sekelompok masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dilihat dari pengertian yang ada dalam kamus tersebut, dapat difahami bahwa bahasa juga dapat berfungsi sebagai lambang bunyi sebagai mana not yang ada pada nada, akan tetapi fungsi atau manfaat yang diberikan sangatlah berbeda antara keduanya. Bunyi yang dihasilkan oleh bahasa dipreoritaskan untuk menyampaikan suatu informasi serta lebih menitik beratkan pada kepadatan isinya bukan pada fungsi estetika yang dihasilkannya.

Bahasa adalah sistem simbol dan tanda. Yang dimaksud dengan sistem simbol adalah hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem tanda adalah bahwa hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh sifat atau ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.

Dari beberapa definisi yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang dapat disampaikan melalui lisan, tulisan maupun media lain yang sudah disepakati oleh pihak yang berkomunikasi. Bahasa yang disampaikan melalui lisan dapat disebut dengan bahasa primer sedangkan bahasa yang diutarakan dengan menggunakan selain lisan disebut dengan bahasa sekunder.

Adapun pengertian dari berkomunikasi melalui lisan yaitu berkomunikasi dengan menggunakan suatu simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat berbada makna ketika diucapkan oleh orang dan kondisi yang berbeda.

Suatu simbol bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam Bahasa Korea yang memiliki arti cinta, dalam Bahasa Indonesia artinya adalah tempat tinggal burung atau binatang-binatang lain. Sedang pengertian dari tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif. Mimik, ekspresi wajah, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukannya.



Share:

Friday, September 15, 2017

MACAM-MACAM MAJAS



Selamat malam sahabat Lily. Bagaimana  kabarnya hari ini???? Kali ini saya akan memposting tentang materi majas yakni macam-macam majas. Materi majas ini ada di kelas VII semester 1, semoga bisa membantu kalian belajar dan bermanfaat. Amin
search from google
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias ataupun konotasi.
Ø  Majas Perbandingan
Jenis majas ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. Dalam majas perbandingan, teman-teman akan menjumpai beberapa subjenisnya.
1. Personifikasi
Gaya bahasa ini seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia.
Contoh Majas: Daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku dan mengajakku untuk segera bermain di pantai.
2. Metafora
Yaitu meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan.
Contoh: Pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari komisaris perusahaan tersebut. Tangan kanan merupakan ungkapan bagi orang yang setia dan dipercaya.
3. Asosiasi
Yaitu membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti.
Contoh: Kakak beradik itu bagaikan pinang dibelah dua. Artinya, keduanya memiliki wajah yang sangat mirip.
4. Hiperbola
Yaitu mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal.
Contoh: Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah. Memeras keringat artinya bekerja dengan keras.
5. Eufemisme
Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus.
Contoh: Tiap universitas dan perusahaan sekarang diwajibkan menerima difabel. Difabel menggantikan frasa “orang cacat”.
6. Metonimia
Yaitu menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.
Contoh: Supaya haus cepat hilang, lebih baik minum Aqua. Aqua di sini merujuk pada air mineral.
7. Simile
Hampir sama dengan asosiasi yang menggunakan kata hubungan bak, bagaikan, ataupun seperti; hanya saja simile bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan.
Contoh: Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
8. Alegori
Yaitu enyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan.
Contoh: Suami adalah nakhoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Nakhoda yang dimaksud berarti pemimpin keluarga.
9. Sinekdok
Gaya bahasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Sementara itu, sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi.
Contoh:
Pars pro Toto: Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga kelihatan.
Totem pro Parte: Indonesia berhasil menjuarai All England hingga delapan kali berturut-turut.
10. Simbolik
Gaya bahasa yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dalam ungkapan.
Contoh: Perempuan itu memang jinak-jinak merpati.
Ø  Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.
1. Litotes
Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan untuk merendahkan diri, meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.
Contoh: Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.
2. Paradoks
Yaitu membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.
Contoh: Di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.
3. Antitesis
Yaitu memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.
Contoh: Film tersebut disukai oleh tua-muda.
4. Kontradiksi Interminis
Gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.
Contoh: Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.
Ø  Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan kondisi. Jenis ini terbagi menjadi tiga subjenis, yaitu sebagai berikut.
1. Ironi
Yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.
Contoh: Rapi sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.
2. Sinisme
Yaitu menyampaikan sindiran secara langsung.
Contoh: Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.
3.Sarkasme
Yaitu menyampaikan sindiran secara kasar.
Contoh: Kamu hanya sampah masyarakat tahu!
Ø  Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembacanya agar menyetujui sebuah ujaran ataupun kejadian. Jenis ini dapat dibagi menjadi tujuh subjenis, yaitu sebagai berikut.
1. Pleonasme
Yaitu menggunakan kata-kata yang bermakna sama sehingga terkesan tidak efektif, namun memang sengaja untuk menegaskan suatu hal.
Contoh: Ia masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah semringah.
2. Repetisi
Gaya bahasa ini mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.
Contoh: Dia pelakunya, dia pencurinya, dia yang mengambil kalungku.
3. Retorika
Yaitu memberikan penegasan dalam bentuk kalimat tanya yang tidak perlu dijawab.
Contoh: Kapan pernah terjadi harga barang kebutuhan pokok turun pada saat menjelang hari raya?
4. Klimaks
Yaitu mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tinggi.
Contoh: Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.
5. Antiklimaks
Berkebalikan dengan klimaks, gaya bahasa untuk antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu tingkatan dari tinggi ke rendah.
Contoh: Masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggi di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing-masing.
6. Pararelisme
Gaya bahasa ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat, disebut sebagai epifora.
Contoh majas: Kasih itu sabar. Kasih itu lemah lembut. Kasih itu memaafkan.
7. Tautologi
Yaitu menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.
Contoh: Hidup akan terasa tenteram, damai, dan bahagia jika semua anggota keluarga saling menyayangi.
Demikian pembahasan majas ini semoga bisa membisa membantu kalian dan semoga bermanfaat.

Share: