Showing posts with label PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Show all posts

Monday, January 13, 2020

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA YANG BAIK



Selamat pagi sahabat Lily… bagaimana kabanya?? Setelah sekian lama mimin tidak memposting karena keadaan yang tidak mungkin hehehe… aiih mimi lebay. Kali ini mimin akan memposting tentang “Hak dan kewajiban warga negara Indonesia terhadap keutuhan NKRI” mimin menulis ini karena banyak pelajaran terutama mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang membahas tentang hak dan kewajiban warga negara Indonesia terhadap keutuhan NKRI.


Sedikit warga Negara Indonesia yang menggangap penting keutuhan NKRI karena banyak  dari mereka yang tidak memperdulikan hal itu, padahal hakikat dari keutuhan NKRI adalah keperdulian warga Negara itu sendiri terhadap bangsanya. Sebagai warga Indonesia, seharusnya kita menjadikan keragaman budaya, Bahasa dan ras menjadi pemersatu bangsa dan untuk memperkokoh keutuhan NKRI bukan malah menjadikan perbedaan itu sebagai sumber masalah baru.

Sebagai warga Negara Indonesia kita memiliki hak yang dilindungi oleh undang-undang yang menjadi dasar hukum di Negara Indonesia ini. Salah satu hak yang sangat melekat adalah hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik, baik dalam pelayanan public dan pelayanan non public. Tetapi banyak dari mereka bahkan seorang disabilitas sendiri tidak pernah mendapatkan perlakuan baik dalam hal pelayanan public. Lantas apakah disabilitas itu bukan warga Negara Indonesia, sungguh begitu miris melihatnya.

Adapun hak – hak lain yang begitu melekat adalah :
1.                        Hak untuk mendapat perlakuan baik
2.                        Hak untuk pengajaran yang baik
3.                        Hak untuk berpendapat
4.                        Hak untuk mendapat pelayanan public
5.                        Hak untuk mendapat fasilitas yang baik teruntuk disabilitas

Adapun kewajiban seorang warga Negara yang baik adalah menaati semua peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah baik yang mengikat maupun tidak. Karena tujuan dari kewajiban-kewajiban itu adalah untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan, ketentraman dan kebahagiaan hidup dalam suatu Negara.

Untuk mendapatkan kenyamanan disuatu Negara juga harus diimbangi dengan ketertiban seorang warga Negara dalam mematuhi tata tertib atau peraturan yang berlaku di Negara tersebut. Jika warga Negara sudah dapat mematuhi segaa macam aturan dan hukum maka kenyamanan, keamanan dan ketentraman akan dapat dirasakan oleh warga negaranya.

Demikian sedikit artikel tentang hak dan kewajiban warga Negara versi mimin, semoga bermanfaat ^^



Share:

Tuesday, October 29, 2019

PENGERTIAN SISTEM EKONOMI PANCASILA



Selamat sore sahabat Lily... bagaimana kabarnya? masih semangat belajar kan yahhh ^^, kali ini mimin akan memposting pengertian sistem ekonomi pancasila, semoga bermanfaat ^^



A.  Pengertian sistem ekonomi pancasila
Sistem ekonomi Pancasila adalah suatu sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai dan moral yang terkandung di dalam Pancasila. Sistem ekonomi ini disebut juga dengan sistem ekonomi Demokrasi yang menjadi identitas perekonomian Indonesia. Artinya, Indonesia menggunakan nilai-nilai di dalam ideologi Pancasila sebagai acuan dan landasan dalam menjalankan roda perekonomian.
Ada lima sumber nilai dalam sistem ekonomi Pancasila, yaitu:
·         Nilai Ketuhanan, artinya nilai agama dan etika punya peranan penting dalam menjalankan sistem perekonomian.
·         Nilai Kemanusiaan, artinya sistem ekonomi mengutamakan prinsip humanis dan tidak eksploitatif.
·         Nilai Persatuan, artinya segala aktivitas ekonomi mengutamakan asa kekeluargaan demi menjaga persatuan.
·         Nilai Musyawarah/ Demokrasi, artinya sistem ekonomi dijalankan selaran dengan nilai-nilai demokrasi.
·         Nilai Keadilan, artinya pengelolaan dan penggunaan semua sumber daya ekonomi bertujuan untuk kemakmuran semua warga negara.

Sistem ekonomi Pancasila juga disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yaitu Pasal 33 ayat 1, 2, 3, dan 4 yang isinya sebagai berikut:
1.    Ayat 1 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
2.    Ayat 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.    Ayat 3 : Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
4.    Ayat 4 : Perekonomian nasional diselenggarakan berasaskan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan, kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.


Share:

Monday, September 9, 2019

ANCAMAN TERHADAP NEGARA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA



Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya??? Setelah beberpa minggu tidak update karena terlalu menyibukkan diri hehe kali ini mimin mau menshare tentang “ANCAMAN TERHADAP NEGARA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA” 

ANCAMAN TERHADAP NEGARA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA

Posisi silang yang diberikan Tuhan kepada Negara Indonesia tidak hanya meliputi aspek kewilayahan saja, melainkan meliputi aspek kewilayahan saja, melainkan meliputi pula aspek kehidupan sosial, antara lain :

1)  Penduduk Indonesia berada diantara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
2)  Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan leberalisme di selatan.
3)  Demokrasi Pancasila berada diantara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan.

A.  ANCAMAN TERHADAP INTEGRASI NASIONAL

1)     ANCAMAN DI BIDANG MILITER
LUAR NEGERI
DALAM NEGERI
Ø  Agresi
Ø  Pelanggaran wilayah oleh negara lain
Ø  Spionase (mata-mata)
Ø  Sabotase
Ø  Aksi teror dari jaringan Internasional
Ø  Pemberontakan bersenjata
Ø  Konflik horisontal
Ø  Aksi teror
Ø  Sabotase
Ø  Aksi kekerasan yang berbau SARA
Ø  Gerakan separitis (upaya pemisahan diri untuk membuat negara baru)
Ø  Pengerusakan lingkungan

2)     ANCAMAN DI BIDANG NONMILITER
a.  Pengaruh gaya hidup (lifestyle) kebarat-baratan
b.  Sudah tidak mencintai budaya sendiri
c.   Tidak menggunakan produk dalam negeri
d.  Ancaman non-militer ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, serta keselamatan umum.

B. ANCAMAN DI BIDANG IPOLEKSOSBUDHANKAM

1)  Ancaman di Bidang Ideologi
Ø Paham komunisme, zionisme, liberalisme, globalisasi, hedoisme, dan sebagainya.
2)  Ancaman di Bidang Politik
·      Luar negeri = Intimidasi, provokasi, atau blokade politik
·      Dalam Negeri = Pemberontakan, kudeta, separatisme
3)  Ancaman di Bidang Ekonomi
Ø Globalisasi perekonomian dan persaingan bebas
4)  Ancaman di Bidang Sosial Budaya
·      Dari dalam = di dorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketidakadilan
·      Dari luar = a. Gaya hidup konsumtif
b. Sifat hedoisme
c. Individualisme
d. Munculnya gejala westernisasi
e.Semakin memudarnya gotong royong solidaritas, kepedulian dan ketidaksetiakawanan sosial
f. Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,
5) Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Ø Masih adanya teror dan konflik SARA

C. PERAN SERTA WARGA NEGARA MENGATASI BERBAGAI ANCAMAN
1.    Tidak membeda-bedakan keberagaman misalnya pada suku, budaya daerah dan sebagainya.
2.    Menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan dan agama yang dianutnya.
3.    Membangun kesadaran akan pentingnya integrasi nasional.
4.    Melaksanakan gotong royong dalam rangka peningkatan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
5.    Menjaga keamanan wilayah negara dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
6.    Bersedia untuk menjaga keutuhan NKRI.



Share:

Monday, August 19, 2019

LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU




Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya??? Semoga selalu dalam rasa syukur karena sudah merdeka hehe dan sekarang masih dalam momen kemerdekaan indonesia ke 74 Merdeka ^^, kali ini mimin akan memposting latar belakang lahirnya Pemerintahan Orde Baru.

LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU

Orde baru lahir karena dilatar belakangi oleh beberapa hal, antara lain :
1.     Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.
2.     Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.
3.     Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.
4.     Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar- besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili
5.     Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa "Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenaldengan Angkatan 66´ untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 19656.
6.     Kesatuan Aksi Front Pancasila pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan TRITURA(Tri Tuntutan Rakyat).
7.     Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan KabinetSeratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
8.     Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak  berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub)
9.     Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang  dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.

Demikian sedikit yang bisa mimin share, semoga bermanfaat ^^



Share:

Sunday, July 21, 2019

ARTI NILAI DAN MAKNA LAGU GARUDA PANCASILA


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya??? semoga selalu dalam keadaan sehat selalu yah... semangat dalam belajar terus yah agar bisa meraih cita-cita yang di inginkan. Yey semangat ^_^.

Kali ini mimin mau memposting sebuah pertanyaan berserta jawabannya semoga bisa membantu dan bermanfaat :) 


Jelaskan arti nilai dan makna yang terkandung dalam lagu garuda pancasila?

Jawab :

Setiap orang Indonesia sudah layak untuk mendukung nilai dan makna yang terkandung di dalam dan menjadikan pancasila sebagai panduan dalam berbangsa dan bernegara. Seorang patriot adalah orang yang siap meraih, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk mengharumkan nama bangsa. Keadilan menjadi dasar dalam mencapai masyarakat yang makmur dan sentosa. Adil adalah kondisi yang profesional, tidak ada yang miskin mau pun yang kaya. Kemakmuran diartikan sebagai kondisi masyarakat yang dapat merasakan kecukupan secara bersma tanpa ada ketimpangan. Kesentosaan adalah kondisi yang tidak ada kekhawatiran. Kepribadian ini lah yang diidamkan oleh pendiri bangsa kita. Untuk lebih jelasnya ada di bawah ini :

Ø  Seorang patriot adalah seorang yang siap meraih, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.  Ibarat atlet yang siap berlatih saiang dan malam demi mengharummkan nama bangsa. Atau seperti masyaraakat di desa yang masih menjunjung tinggi semangat gotong royong untuk membangun desanya. Mereka bekerja keras tanpa sibuk mengharapkan imbalan, fasilitas apalagi masalah kenaikan gaji.

Ø  Keadilan menjadi dasar dalam mencapai masyarakat yang makmur dan sentosa. Adil adalah suatu kondisi yang proposional, tidak adanya yang berkelimpahan harta dan kekayaan, tidak ada yang sangat miskin dan menderita busung lapar atau dengan kata lain tidak adanya ketimpangan dalam hal apapun.

Ø  Kemakmuran disini di artikan dimana suatu kondisi masyarakat yang dapat merasakan kecukupan secara bersamaan tanpa adanya ketimpangan. Kemakmuran tidak sama dengan kekayaan karena kekayaan bersifat individualistik sedangkan kemakmuran bersifat kolektif (kemakmuran sama dengan berbagi).  Ketika kemakmuran dan keadilan telah tercapai maka masyarakat yang sentosa akan terwujud.

Ø  Kesentosaan pada dasarnya adalah kondisi dimana tidak adanya kekhawatiran. Kepribadian seperti inilah yang di idamkan oleh para pendiri bangsa kita yaitu Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.




Share:

Monday, June 17, 2019

PENGERTIAN ETIKA PERGAULAN


Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya??? Setelah sekian lama tidak memposting di blog karena terkendala kuota. Aih.... maklum belum mampu untuk memasang wifi.. uups. Kali ini mimin akan memposting tentang etika pergaulan dalam remaja. Bagaimana ini dia uraiannya ^_^

PENGERTIAN ETIKA PERGAULAN



Pergaulan adalah interaksi antar individu dalam mengenal lingkungan sosialnya, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau sering bergaul dengan orang lain. Dalam pergaulan remaja sendiri harus mampu membentengi dirinya agar terhindar dari pergaulan yang negatif, karena pergaulan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter remaja.  Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.

Etika pergaulan sendiri adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain yang ada dalam masyarakat. Dalam pergaulan perilaku baik ini harus selalu pupuk agar bisa menumbuhkan hubungan baik antar sesama dan tidak menimbulkan perpecahan dan pertengkaran.

Dunia bergaul identik dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.

Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.

Dalam etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
o        Siapa yang dihadapi (teman, guru, orang tua)
o        Dimana pergaulan itu berlangsung
o        Bagaimana cara bersikap
o        Bagaimana cara bertutur kata

Demikian sedikit uraian tentang pengertian etika dalam pergaulan remaja, semoga bermanfaat.



Share:

Monday, January 14, 2019

PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM WAKTU 50 TAHUN

Selamat malam sahabat Lily... bagaimana kabarnya?? semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja ya... kali ini mimin mau memposting contoh negara yang menganut demokrasi... semoga bermanfaat 

  • PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM WAKTU 50 TAHUN

a.    Periode 1945-1949 dengan Undang-Undang 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila, namun dalam penerapan berlaku demokrasi Liberal.
b.    Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal.
c.    Periode 1950- 1959 UUDS 1950 berlaku demokrasi Liberal dengan multi-Partai
d.   Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila namun yang diterapkan demokrasi terpimpin ( cenderung otoriter)
e.    Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung otoriter)
f.     Periode 1998- sekarang UUD 1945, berlaku Demokrasi Pancasila ( cenderung ada perubahan menuju demokratisasi)

  •    CONTOH NEGARA YANG MENGANUT DEMOKRASI

Kata "demokrasi" pertama muncul pada mazhab politik dan filsafat Yunani kuno di negara-kota Athena. Dipimpin oleh Cleisthenes, warga Athena mendirikan negara yang umum dianggap sebagai negara demokrasi pertama pada tahun 508-507 SM. Cleisthenes disebut sebagai "bapak demokrasi Athena."
Demokrasi Athena berbentuk demokrasi langsung dan memiliki dua ciri utama: pemilihan acak warga biasa untuk mengisi jabatan administratif dan yudisial di pemerintahan, dan majelis legislatif yang terdiri dari semua warga Athena. Demokrasi Athena tidak hanya bersifat langsung dalam artian keputusan dibuat oleh majelis, tetapi juga sangat langsung dalam artian rakyat, melalui majelis, boule, dan pengadilan, mengendalikan seluruh proses politik disebagian besar warga negara terus terlibat dalam urusan publik. Meski hak-hak individu tidak dijamin oleh konstitusi Athena dalam arti modern (bangsa Yunani kuno tidak punya kata untuk menyebut "hak", penduduk Athena menikmati kebebasan tidak dengan menentang pemerintah, tetapi dengan tinggal di sebuah kota yang tidak dikuasai kekuatan lain dan menahan diri untuk tidak tunduk pada perintah orang lain.


Share:

Tuesday, March 20, 2018

ETIKA YANG DI DALAM SEKOLAH



BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Pergaulan yang berarti hidup bermasyarakat perlu latihan sejak dini, bahkan sejak seseorang mengenal orang lain di luar dirinya sendiri. Sejak usia anak-anak hingga menjadi orang dewasa, bahkan orang tua sekalipun dalam kehidupannya tidak lepas dari apa yang disebut dengan pergaulan.
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam pergaulan, yaitu kemungkinan diterima secara baik atau ditolak oleh kelompok, lingkungan, bahkan di dalam masyarakat luas pada umumnya. Jika seseorang di dalam bergaul dapat diterima dengan baik di dalam komunitasnya, maka seseorang itu akan lebih percaya diri, timbul semangat untuk lebih berkarya dan berprestasi. Harga diri akan meningkat dengan sendirinya. Penghargaan demi penghargaan akan diperoleh dan kepercayaan akan terus meningkat yang datang dari komunitasnya. Meskipun demikian diperlukan pengendalian diri dengan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa seraya memohon petunjuk-Nya agar selalu diberikan bimbingan ke arah yang lebih baik lagi.
2. Rumusan Masalah
A.  Pengertian Etika Pergaulan Remaja
B.  Bersikap dalam Pergaulan
C.  Etika pergaulan di sekolah
3. Tujuan
A.  Untuk menjelaskan pengertian etika pergaulan.
B.  Untuk mengetahui cara-cara bersikap dalam pergaulan.
C.  Untuk menegetahui bagaimana cara bergaul yang baik dilingkungan sekolah.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN ETIKA PERGAULAN
Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau sering bergaul dengan orang lain.
Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.
Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
Dunia bergaul identic dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.
Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
Dalam etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
o  Siapa yang dihadapi (teman, guru, orang tua)
o  Dimana pergaulan itu berlangsung
o  Bagaimana cara bersikap

B.  BERSIKAP DALAM PERGAULAN
Agar terjadi hubungan yang selaras, serasi, sesuai dengan etika pergaulan, seseorang perlu bersikap antara lain:
·      Perhatian terhadap orang lain.
·      Menghormati orang yang lebih tua atau yang dituakan, teman sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.
·      Mengetuk pintu jika akan memasuki suatu ruangan.
·      Memberi salam jika berjumpa seseorang.
·      Mohom maaf jika melakukan kesalahan.
·      Melakukan perintah dengan wajah cerah.
·      Dapat menempatkan diri.
·      Sanggup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
·      Rendah hati dan tidak ingin menang sendiri.
·      Siap memberi bantuan sesuai dengan batas kemampuan.
·      Mengucapkan terima kasih jika menerima bantuan dari orang lain.
·      Tidak membeda-bedakan sesama dalam pergaulan.

C.  ETIKA DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Dalam kehidupan sehari hari manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan membantu satu sama lainnya. Agar tingkah laku kita disekolah diterima dan disenangi oleh teman teman kita disekolah, kita hendaknya menjaga tata krama dan sopan santun. Karena tata krama dan sopan santun adalah cerminan pribadi kita. Di sekolah setiap hari kita bertemu dengan guru dan teman teman, Masing-masing dari mereka memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.
Setiap lingkungan sekolah dan setiap guru yang mengajar mempunyai ciri dan situasi yang berbeda. Ada guru tertentu suasananya sangat angker, serba ketakutan dan mudah mengantuk. Sedangkan guru lainnya sangat santai bahkan ada beberapa siswa berani menepuk punggung si guru. Tetapi apapun situasi di sekolah semua siswa harus menjaga etika secara baik dan benar. Hal yang tetap harus dijaga ketika bersikap kepada Guru, yaitu :
1.    Menghormati Guru
Guru adalah pahlawan tanpa jasa, guru adalah orang yang mendidik dan megajarkan kepada kita berbagai ilmu pengetahuan, baik secara formal maupun nonformal.
Tugas guru sangatlah mulia. Mereka membantu tugas para orang tua untuk mengantarkan putra – putrinya menggapai masa depan yang lebih cerah. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menjaga sikap agar mereka tidak kecewa apalagi sampai sakit hati.
Dengan kita berlaku baik dan hormat pada mereka maka, kita akan memperoleh apa yang kita harapkan, yakni ilmu yang bermanfaat.
Beberapa contoh berikut bagaimana kita bersikap yang seharusnya kepada mereka, adalah :
a.  Menghormati mereka dimanapun mereka berada, baik di sekolah maupun diluar sekolah.
b. Mengucapkan salam seraya menyapa dengan hormat saat berpapasan dengan mereka.
c.  Memperhatikan dan mendengarkan saat mereka menerangkan pelajaran di kelas.
d. Mengerjakan semua tugas pelajaran yang mereka berikan.
e.  Tidak mengolok-olok, mengerjai dan tidak membicarakan kejelekan mereka.
f.  Bertanya dengan sopan ketika menemui pelajaran yang kurang di pahami.
g. Benggunakan bahasa yang santun ketika berbicara atau ketika bercakap-cakap dengan mereka.

2.      Menghormati Peraturan Sekolah
Untuk menciptakan suasana yang tentram dan tertib, maka dibuatlah suatu peraturan. Disemua tempat selalu ada peraturanya,tidak hanya di sekolah. Peraturan yang ada di sekolah khusus untuk pelaksanaan pendidikan di sekolah agar semua programnya berjalan dengan baik, dan semua pihak wajib mematuhinya. Selain itu sikap yang perlu kita tunjukkan ialah:
a.    Tidak meremehkjan peraturan yang ada.
b.    Mendukung pelaksanaanya demi ketertiban bersama.
c.    Jika ada peraturan yang memberatkan, melalui perwakilan siswa, hal itu sebaiknya, di musyawarohkan dengan pihak sekolah tanpa melakukan hal yang negatif dan merusak.



3.      Bersemangat dalam Belajar
Mencari ilmu pengetahuan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap umat islam, baik laki-laki maupun perempuan,muda maupun tua. Karena dengan ilmu pengetahuan, hidup seseorang akan lebih bermartabat. Pepatah mengatakan:
With Science The World Is In My Hand” ( “Dengan ilmu dunia ada di genggamanku”.).
Tahukah kalian bahwa allah swt.juga telah manjanjikan derajad atau kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang berilmu. Allah Swt. Berfirman, yang artinya: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”(QS. Al-Mujadilah: 11).
Kewajiban seorang siswa adalah belajar dengan sebaik-baiknya dan berusaha memiliki prestasi. Siswa yang senantiasa bersemangat belajar pasti akan memperoleh kemajuan dan tercapai cita-citanya.
Lihatlah negara-negara besar di dunia ini, seperti Amerika, Jepang, Inggris dan sebagainya. Mereka menjadi bangsa maju karena ilmu pengetahuanya yang tiggi. Tidak mungkin kita menjadi seperti mereka jika generasi bangsa ini, termasuk kita, malas dalam belajar.
Oleh karena itu, sikap yang harus kita miliki adalah:
a. Meneguhkan niat agar kebodohan hilang dari diri kita.
b. Tidak bermalas-malasan dalam belajar.
c. Berusaha menigkatkan prestasi.
d. Berusaha menjadi lebih baik dari hari kehari.
4. Sikap Terhadap Teman
Teman adalah mitra kita dalam menuntut ilmu pengetahuan. Kita harus bekerja sama dengan mereka dalam hal kebaikan serta berlomba dalam mencapai prestasi. Di sekolah kita setiap hari bertemu dengan mereka. Masing-masing dari mereka memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.
Bekerja sama dalam hal kejelekan hanya membuat kita tidak pernah mencapai kemajuan, seperti saling menyontek ketika ada ujian, membolos dan sebagainya. Sebaliknya jika itu kita gunakan untuk kebaikan, maka kita akan menjadi siswa yang berprestasi.

5.  Etika pelajar di dalam kelas
·       Didalam kelas sebaiknya bersikap duduk yang sopan duduk tegak, dan tidak merebahkan kepala di meja, jangan mengangkat kaki di atas kursi atau meja meskipun dalam keadaan istirahat
·       Jaga kebersihan diri sendiri, hindari bau badan yang bisa menganggu teman di sekitar, cobalah selalu mandi dengan baik dan bersih. bila itupun tidak membantu sebaiknya harus dibantu dengan deodoran.
·       Jangan memakai wangi parfum yang berlebihan
·       Jangan pernah sekalipun meludah di lantai sekolah apalagi di kelas
·       Jagalah bila ada posisi baju kamu yang tidak benar terutama anak perempuan
·       Jangan berbicara yang tidak perlu bila guru sedang menerangkan pelajaran, bila sedang tidak berkonsentrasi buatlah corat coret di kertas tentang pelajaran. bila itu juga tidak bisa berkonsentrasi buatlah gambar dari pelajaran yang sedang kamu hadapi.
·       Jangan tertawa dan berteriak berlebihan dan keras bila di dalam kelas
·       Jaga kebersihan kelas, jangan membuang sampah sembarangan
·       Jangan terlalu sering meminjam peralatan tulis kepada teman , kecuali bila perlu sekali atau karena tertinggal. Bila meminjam alat tulis, buku atau apapun kepada teman harus segera dikembalikan.




6.  Etika berkomunikasi dengan guru dan teman di sekolah
·      Berbicaralah yang jelas dimengerti baik dalam hal volume suara atau kejelasan kata uyang terucap, jangan terburu buru dalam berkomunikasi
·       Menatap mata lawan bicara dengan lembut
·       Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum
·       Gunakan gerakan tubuh yang sopan dan wajar
·       Jujur tidak berbohong
·       Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
·       Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
·       Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
·       Tidak mudah emosi / emosional
·       Berinisiatif sebagai pembuka dialog
·       Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
·       Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
·       Bertingkahlaku yang baik
·       Ucapkan salam selamat malam, apa kabar, bagaimana keadaannya hari ini
·       Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan
·       Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
·       Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara
·       Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon
·       Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara
·       Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi
·       Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
·       Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.
·       Jangan sering memotong pembicaraan orang lain.
·       Jangan mendominasi pembicaraan gunakan komunikasi 2 arah yang seimbang kecuali dalam keadaan tertentu.
·       Bila mengakhiri percakapan ucapkan salam selamat pagi, sampai ketemu lagi, sukses selalu, salam untuk keluarga di rumah dan lain sebagainya.

7.      Etika Pelajar saat Di Lingkungan Masyarakat
       Alat komunikasi paling utama dalam pergaulan adalah berbicara, dengan bicara kita dapat menyampaikan sesuatu, sebaliknya kita juga dapat mengetahui keinginan orang lain. Berbicara bisa mendatangkan banyak orang (teman) dan bisa pula mendatangkan musuh, maka dari itu kita harus pandai-pandai menjaga cara berbicara kita dengan baik. Agama Islammengajarkan agar kita berbicara sopan supaya tidak berakibat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.
            Mulut dapat kita gunakan sebagai nasehat akan kebenaran hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan karena perselisihan itu kehendak setan yang ditujukan untuk mengadu domba, fitnah, isu dan gosip. 















BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas kami menyimpulkan:
1.    Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
2.    Cara yang baik bersikap dalam pergaulan adalah bagaimana seseorang tersebut mengutamakan perilaku yang sopan santun saat berhubungannya dengan setiap orang.
3.    Dunia pergaulan banyak jenisnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, yaitu faktor umur, pekerjaan, keterikatan, lingkungan dan sebagainya.
4.    Dampak positif dari pergaulan adalah Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani.
5.    Dampak negatif dari pergaulan adalah tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.
6.    Salah satu upaya untuk mewujudkan pola pergaulan yang sehat dan bermanfaat adalah dengan jadilah humas untuk diri sendiri, membidik sasaran yang tepat, berbagi hal yang menyenangkan, bersosialisasi, buang sikap angkuh, biarkan mereka bicara, buat mereka merasa penting dan bergabunglah dalam berbagai kegiatan.

B.  SARAN
Dalam pergaulan kita seharusnya tidak membeda-bedakan sesama  manusia karena semua manusia sama dan kita juga harus menjunjung tinggi asas kesopanan dan kesusilaan sesuai dengan adat ketimuran dan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani yang sehat.








Share: