Showing posts with label CERITA RAKYAT. Show all posts
Showing posts with label CERITA RAKYAT. Show all posts

Wednesday, January 4, 2017

PETUAH PAK GARAM


Selamat pagi sahabat lily.... hari ini lagi mau ngeposting tentang petuah karena gara-gara tadi dapat petuah dari eyang. selamat membaca :)
 
Petuah Pak Garam
(Cerita rakyat dari bangkalan Riau)

Alkisah hiduplah sepasang suami isteri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah kampung yang damai, di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia.
Pak Garam, begitulah orang kampung memanggilnya. Berbadan kurus, tinggi dan berkulit hitam legam. Setiap hari pak Garam menjajakan garam dari satu rumah ke rumah yang lain. sehingga beliau akhirnya dipanggil pak Garam.
Suatu hari di kampung sebelah ada seorang yang meninggal dunia. Anehnya, tak satu penduduk pun yang bisa memandikan dan menshalati mayat tersebut.
Sehingga akhirnya, beberapa orang dari keluarga si mayat sengaja diutus ke rumah Pak Garam untuk meminta bantuannya. Menghadapi persoalan ini, Pak Garam jadi bingung. Sebab, ia juga tak bisa melakukannya. Namun setelah berfikir panjang, akhirnya beliau menyanggupi.
        Tak berapa lama kemudian Pak Garam berkemas dan berangkat bersama mereka. Setelah sampai di tujuan, Pak Garam langsung memandikan mayat. Akan tetapi, tatkala memandikan mayat tersebut Pak Garam terkejut, karena melihat ada batu di ketiak mayat. Secara diam-diam Pak Garam menyimpan batu tersebut. Kemudian setelah selesai, Pak Garam mohon diri untuk pulang ke rumahnya; sambil membawa batu tersebut. Konon, batu itu bernama buntat manusia atau diistilahkan dengan benda keramat. Akan tetapi Pak Garam belum mengetahui khasiat batu tersebut, sehingga membuat beliau berfikir keras mengenai hal itu, sampai akhirnya beliau tiba di rumah. Akan tetapi, pertanyaan yang hadir di dalam benaknya tak kunjung hilang. Dan akhirnya Pak Garam menceritakan hal yang beliau alami kepada isterinya.
"….kite simpan sajelah batu ini dulu Bang " istrinya menyarankan. Dan akhirnya beliaupun setuju dengan pendapat istrinya ini.
Namun, tanpa sepengetahuan Pak Garam dan isterinya, pembicaraan mereka didengar oleh Bujang (pesuruh kerajaan) yang sedang beburu burung Puyuh, di dekat rumah Pak Garam. Lantas, Bujang bergegas pergi menuju kerajaan dan melaporkan kepada raja. Mendengar cerita tersebut, raja akhirnya memerintahkan kepada prajurit untuk meminta batu tersebut kepada Pak Garam. Sebab, raja sudah mengetahui kegunaan batu tersebut.
Kemudian berangkatlah prajurit kerajaan ke rumah Pak Garam dan menjelaskan tujuan mereka sesuai dengan perintah raja. Awal mula Pak Garam ragu, tapi mau tak mau Pak Garam terpaksa mesti menyerahkannya. Dan sebagai imbalan, Pak Garam diberi harta yang banyak. Dengan demikian, barulah Pak Garam mengetahui jawaban dari pertanyaan yang ada di benak beliau selama ini; tentang khasiat dari batu tersebut.
Dari kisah ini, bisa diambil beberapa nasihat yang lebih dikenal dengan petuah Pak Garam. Pertama, rahasia jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu keburu atau pecah tiang panjang (tiang yang sampai ke lantai), sindiran dari perut. Kedua, harapan orang jangan diputuskan. Ketiga, orang besar jangan dibohongi; artinya orang kaya seperti raja akan bisa membuktikan ucapannya.
Share:

Wednesday, September 28, 2016

ASAL-USUL BANYUWANGI


Pada kesempatan hari ini saya akan memposting cerita rakyat lagi yakni, asal-usul Banyu Wangi. silakan membaca :), karena seminggu ini tidak memposting gara-gara ngurusin anak-anak didik privat. Tapi alhamdulillah sekarang bisa memposting di blog lagi.

Pada zaman dahulu kala. Terdapat sebuah Kerajaan yang di pimpin oleh Raja yang sangat bijaksana dan adil. Raja tersebut mempunyai seorang Putra yang sangat tampan dan gagah, yang bernama Raden Banterang. Raden Banterang sangat gemar berburu.
Suatu hari, Raden Banterang pergi berburu kedalam hutan. Ia di temani dengan Pengawal kerajaan. Di tengah perjalanan. Ia melihat seekor Kijang melintas di depannya. Ia pun segera mengejar Kijang tersebut hingga masuk ke dalam hutan belantara. Ia pun terpisah dari rombongan Pengawalnya tersebut.
Raden Banterang terus mengejar Kijang tersebut. Ia semakin jauh masuk kedalam hutan. Ia pun tiba di sebuah sungai yang sangat jernih. Karena kelelahan mengejar Kijang, ia pun mendekati sungai tersebut dan meminum air jernih itu. Di saat ia asik meminum air. Tiba-tiba, ia sangat terkejut karena kedatang seorang gadis yang sangat cantik.
Raden Banterang kebingungan, karena ia takut gadis cantik tersebut adalah penunggu hutan ini. Namun, ia memberanikan diri untuk mendekati gadis cantik tersebut.
‘’ Siapa kamu ? dari mana asalmu?’’ Tanya Raden Banterang.
‘’ Nama ku Sri Tanjung, aku berasal dari Kerajaan Klungkung.’’ Jawab gadis itu.
‘’ Apa yang sedang kau lakukan di dalam hutan seorang diri?’’ Tanya Raden Banterang.
‘’ Saya berada di hutan ini karena menyelamatkan diri dari kejaran musuh. Ayah saya meninggal dalam pertempuran.’’ Kata Sri Tanjung menjelaskan.
Mendengar cerita Sri Tanjung, Raden Banterang sangat terkejut. Karena merasa kasihan, Raden Banterang membawanya ke Istana.Sri Tanjung pun ikut ke Istana bersama Raden Banterang. Karena kecantikan Sri Tanjung, Raden Banterang pun jatuh cinta dan ingin meminangnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah. Mereka pun hidup bahagia.
Namun, suatu hari. Putri Sri Tanjung berjalan-jalan sendirian keluar Istana. Tiba-tiba, ia mendengar seseorang memanggil namanya. Ia pun mencari sumber suara tersebut. Ia pun melihat seorang Laki-laki yang berpakaian kumuh dan compang-camping. Putri Sri Tanjung sangat terkejut, ternyata, Laki-laki di depannya adalah Kakak kandungnya sendiri yang bernama Rupaksa. Maksud dari kedatangan Kakaknya tersebut adalah untuk mengajak PutriSri Tanjung balas dendam. Karena Raden Banterang sudah membunuh ayahnya.
Putri Sri Tanjung sangat terkejut mendengar cerita dari Kakaknya. Ia pun menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi istri dari Raden Banterang. Ia pun menolak untuk membalas dendam dan memohon agar tidak mencelakai suaminya Raden Banterang. Mendengar cerita adiknya tersebut Rupaksa sangat marah. Namun, ia tidak memaksa dan memberikan sebuah ikat kepala kepada Sri Tanjung. Rupaksa pun menyuruhnya untuk di simpan di bawah tempat tidurnya.
Pertemuan Sri Tanjung dengan kakaknya tidak diketahui oleh suaminya. Karena Raden Banterang sedang berburu ke hutan. Namun, suatu hari. Saat Raden Banterang berada dalam hutan, ia di kejutkan dengan kedatangan seorang Laki-laki yang berpakaian compang-camping menghampirinya.
‘’ Wahai Tuanku. Keselamatan mu berada balam bahaya. Istri mu Putri Sri Tanjung merencanakan untuk membunuhmu suaminya sendiri. Tuan bisa membuktikannya sendiri, istrimu menyimpan sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat tidur. Ikat kepala itu adalah milik seorang Laki-laki yang di mintai tolong untuk membunuh Tuan.’’ Laki-laki itu menjelaskan.
Mendengar penjelasan tersebut, Raden Banterang segera kembali ke Istana. Ia pun segera mencari ikat kepala yang sudah di ceritakan Laki-laki yang ia temui di dalam hutan. Ia pun sangat terkejut, karena ia menemukan ikat kepala tersebut.
Raden Banterang takut keselamatannya terancam dan ia pun mencurigai istrinya. Maka, ia pun berniat untuk mencelakai istrinya sendiri. Putri Sri Tanjung pun menjelaskan asal ikat kepala tersebut.
Raden Banterang berniat untuk menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setibanya di sungai Raden Banterang menceritakan pertemuanya dengan seorang Laki-laki yang tidak di kenal ketika sedang berburu di hutan. Sri Tanjung pun menceritakan pertemuannya dengan Kakaknya Rupaksa yang ingin membalaskan dendam kepada Raden Banterang.
Setelah menjelaskan hal tersebut. Tidak membuat hati Raden Banterang cair. Ia menganggap istrinya berbohong. Akhirnya, dengan rasa kecewa Putri Sri Tanjung berkata.
‘’ Suamiku, Jika nanti setelah kematianku dan air sungai ini menjadi jernih dan berbau harum. Berarti aku tidak bersalah dan tidak mempunyai niat untuk mencelakai mu. Namun, jika air ini tetap keruh dan berbau busuk. Berarti aku bersalah.’’ Kata Sri Tanjung menangis.
Raden Banterang, menganggap apa yang di ucapkan istrinya adalah sebuah kebohongan. Maka, ia segera mengeluarkan Keris dan menusuk pinggang istrinya. Bersamaan dengan itu, Sri Tanjung terjatuh ke tengah sungai dan hanyut terbawa arus.
Tidak lama setelah hanyutnya Sri Tanjung, terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba, terciumlah bau yang sangat harum di sekitar sungai, airnya pun berubah menjadi sangat jernih. Raden Banterang gemetar dengan keajaiban tersebut. Melihat itu, Raden Banterang sangat menyesal dan meratapi kematian istrinya.
Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

Share:

Tuesday, September 13, 2016

SEJARAH DESA KEDUNG PADANG

Hai-hai..... sengaja banget hari ini ingin memposting tempat saya dilahirkan yakni di desa kedung padang. silakan dibaca.


Pada zaman dahulu desa Kedung padang terdapat  Kedung (danau). Dulunya ada sebuah danau yang disebut masyarakat sini sebagai Kedung, tempat tersebut sangat gersang dan bahkan tidak ada satupun pepohonan yang tumbuh diantara danau  tersebut meskipun di dalam danau tersebut berisi air, oleh karena fenomena yang terjadi  anak kecil jaman dulu dilarang bermain / mandi di danau, oleh karena itu desa ini dinamakan desa Kedung padang yang berarti danau yang terang.


Desa Kedung padang sudah ada sejak zaman penjajahan dan bahkan sebelum itu. Sehingga tidak ada yang mengetahui sejak kapan desa ini berdiri. Danau yang terdapat di desa ini juga sudah mulai menjadi sungai yang digunakan warganya untuk mengirigasi sawah mereka.


Ø  Monografi dan Demografi Desa Kedungpadang


Desa Kedung padang ini terletak di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk yang memiliki luas 3,5 Km2. Desa Kedung padang mempunyai satu dusun yaitu Mbingungan. Batas wilayahnya sebelah barat Kecamatan Ngondang, sebelah utara Kecamatan Sukomoro, sebelah timur Kecamatan Bagor kulon, dan sebelah selatan kecamatan Ngluyu. Desa Kedung padang terdiri dari 03 Rukun Warga ( RW ) dan 06 Rukun Tetangga ( RT ) dengan jumlah warganya 1.230 jiwa untuk tahun 2014.


Ø  Keadaan Sosial dan Budaya Masyarakat Desa Kedungpadang


Pekerjaan utama masyarakat desa Kedung padang adalah petani. Pertaniannya didominasi oleh tanaman Padi, Bawang merah, dan Polowijo. Penghasilan utamanya berasal dari sawah. Tetapi banyak warganya yang mempunyai pekerjaan lain selain bertani, seperti berdagang, berternak, PNS, pengajar dan lain sebagainya. Lembaga pendidikan yang ada di desa Kedung padang ini adalah PAUD, TK, dan SD.


Desa Kedung padang memiliki tradisi yang turun temurun diantarannya adalah budaya Nyadranan yang juga bisa disebut dengan bersih desa. Nyadranan ini dilakukan saat panen raya yaitu pada bulan agustus tepatnya pada hari jum’at pahing. Dimana semua penduduknya sedang mengalami musim panen padi. Kegiatan yang dilakukan saat Nyadranan adalah pengajian pada malam jumatnya, kemudian keesokan paginya para warga pergi ke Makam Mbah Sentono yang dipercaya oleh masyarakat desa Kedung padang sebagai pembabat / pendiri Desa, banyak warga yang syukuran dan berdoa membawa nasi dan panggang ayam untuk selametan di makam tersebut. Tetapi tidak semua warga ikut karena mengangap bahwa hal tersebut adalah musyrik. Pada malam harinya penduduk sekitar dihibur dengan adanya acara tayuban (waranggono). Nyadranan ini adalah acara yang dilakukan setiap tahunnya.


Dibawah ini akan disebutkan nama-nama Kepala desa yang diketahui dari narasumber, yaitu :


· Mbah Pasiun 1978-1984


· Mbah Ndang 1984-1992


· Bapak Taslan 1992-1998


· Bapak Suwito Handoyo 1998-2005


· Ibu Sri Supatmi 2005-2011


· Bapak Taslan 2011-sekarang


 BACA JUGA CERITA RAKYAT SELANJUTNYA

Share:

Saturday, August 20, 2016

LEGENDA TELAGA WARNA


Ada berbagai cerita rakyat di indonesia ini, disini saya mau memposting tentang legenda telaga warna. semoga bermanfaat.

LEGENDA TELAGA WARNA

search from google
Pada jaman dahulu ada sebuah kerajaan di jawa barat bernama kutatanggeuhan. Kutatangguehan merupakan kerjaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena di pimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatangguehan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama ratu purbamanah. Sayang Prabu dan Ratu belum dikaruniai keturunan sehingga mereka selalu merasa kesepian. Rakyat pun sangat menghawatirkan keadaan ini, karena siapa yang akan menggantikan Prabu dan Ratu kelak?
Akhirnya raja memutuskan untuk bersemedi. Dia pergi ke gunung dan menemukan sebuah gua. Disanalah dia bersemedi, berdo'a kepada Tuhan supaya dikaruniai keturunan. Setelah berhari-hari Prabu Suwartalaya berdo'a, suatu hari tiba-tiba terdengar suara gaib.
"Benarkah kau menginginkan keturunan Prabu Suwartalaya?" kata suara gaib tersebut.
"Ya! Saya ingin sekali memiliki seorang anak!" jawab Prabu Suwartalaya.
"Baiklah! Do'amu akan terkabul. Sekarang pulanglah!" kata suara gaib.
Maka Prabu Suwartalaya pun pulang dengan gembira. Benar saja beberapa minggu kemudian Ratu pun mengandung. Semua bersuka cita. Terlebih lagi ketika sembilan bulan kemudian Ratu melahirkan seorang putri yang cantik. Dia diberi nama Putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya mengadakan pesta yang meriah untuk merayakan kelahiran putri mereka. Putri Gilang Rukmini pun menjadi Putri kesayangan rakyat Kutatangguehan.
Beberapa tahun telah berlalu, Putri Gilang Rukmini tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Sayang Putri Gilang Rukmini sangat manja dan berperangai tidak baik, mungkin karena Prabu dan Ratu sanagat memanjakannya. Maklumlah anak semata wayang. Apapun yang diminta oleh Putri pasti segera dituruti jika tidak Putri akan sangat marah dan kasar, namun rakyat tetap mencintainya. Mereka berharap suatu hari perangai putri akan berubah dengan sendirinya.
Seminggu lagi Putri Gilang Rukmini akan berusia tujuh belas tahun. Prabu Suwartalaya akan mengadakan pesta syukuran di istana. Semua rakyat boleh datang dan memberikan do'a untuk Putri Gilang Rukmini. Rakyat berkumpul dan merencanakan hadiah istimewa untuk Putri kesayangan mereka. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menghadiahkan sebuah kalung yang sangat indah. Kalung itu terbuat dari emas terbaik dan ditaburi batu-batu permata yang beraneka warna. Maka rakyat dengan sukarela menyisihkan uang mereka dan mengumpulkannya untuk biaya pembuatan hadiah tersebut. Mereka memanggil pandai emas terbaik di kerajaan untuk membuatnya.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Rakyat berduyun-duyun datang ke halaman Istana tempat pesta ulang Putri Gilang Rukmini diadakan. Di depan Istana sudah berdiri panggung yang megah. Rakyat bersorak-sorai saat Prabu dan Ratu menaiki panggung. Apalagi ketika akhirnya Putri Gilang Rukmini keluar dari istana dan melambaikan tangannya. Rakyat sangat gembira melihat putri yang cantik jelita, pesta pun berlangsung dengan meriah.
Kini tiba saatnya rakyat mempersembahkan hadiah istimewa mereka. Mereka memberikan kotak berisi hadiah itu kepada Putri Gilang Rukmini. Prabu Suwartalaya membuka kotak tersebut dan mengeluarkan kalung beraneka warna yang sangat indah dan memberikannya kepada Putri Gilang Rukmini. Putri Gilang Rukmini memandang kalung itu dengan kening berkerut. Prabu Suwartalaya memandang putrinya.
"Ayo nak, kenakan kalung itu! Itu adalah tanda cinta rakyat kepadamu. Jangan kecewakan mereka nak!". Kata Raja Suwartalaya
 "Iya putriku kalung itu sangat indah bukan. Ayo kenakan! Biar rakyat senang," kata Ratu Purbamanah.
"Bagus apanya? Kalung ini jelek sekali. Warnanya norak, kampungan! Aku tidak mau memakainya!". Teriak Putri Gilang Rukmini. Dia membanting kalung itu ke lantai hingga hancur.
Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah dan Rakyat Kutatangeuhan hanya bisa tertegun menyaksikan kejadian itu. Lalu tangis Ratu Purbamanah pecah. Dia sangat sedih melihat kelakuan putrinya. Akhirnya semua pun meneteskan air mata, hingga istana pun basah oleh air mata mereka. Mereka terus menangis hingga air mata mereka membanjiri Istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang deras, makin lama makin banyak. Hingga akhirnya Kerajaan Kutatangguehan tengelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah.
Kini danau itu masih bisa kita temui di daerah puncak, jawa barat. Danau itu dinamakan Telaga Warna, karena jika hari cerah, airnya akan memantulkan cahaya matahari hingga tampak berwarna-warni. Katanya, itu adalah pantulan warna yang berasal dari kalung Putri Gilang Rukmini.

Share: